Beasiswa Indonesia Maju: Menjadikan Generasi Maju Melalui Beasiswa Luar Negeri

Beasiswa Indonesia Maju: Menjadikan Generasi Maju Melalui Beasiswa Luar Negeri
Silicon Valley (photo: nzz.ch)

Terdapat banyak tawaran beasiswa untuk kuliah di luar negeri diantaranya adalah Beasiswa Indonesia Maju dan LPDP, tapi tulisan ini tidak membahas tentang kedua beasiswa tersebut anda bisa mencarinya di situs lain, yang kami bahas disini adalah bagaimana beasiswa dapat mengubah generasi ke depan menjadi maju

Beasiswa yang ada saat ini baik dari pemerintah Indonesia maupun dari pihak luar negeri memiliki syarat bagi awardee (penerima beasiswa) yakni kewajiban pulang ke Negara asal setelah selesai pendidikannya

Beasiswa pada intinya diberikan kepada para kandidat yang memiliki potensi untuk menciptakan perubahan di lingkungannya baik di lingkungan kerjanya maupun di tempat organisasinya. Oleh karena itu, bagi mereka yang menjadi PNS atau berprofesi dosen memiliki kesempatan yang besar untuk mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikan di luar negeri

Apakah beasiswa yang diberikan kepada awardee memiliki dampak perubahan?

Banyak kasus para peraih beasiswa setelah menyelesaikan pendidikannya di luar negeri ketika kembali bekerja di instansi-nya akan kembali seperti ‘semula’ bekerja sesuai koridor aturan sebagaimana sebelumnya tidak ada perubahan yang berarti kecuali kebanggaan pernah kuliah di luar negeri yang ditandai dengan penggunaan gelar akademik di deretan namanya

Tidak jauh berbeda, mereka fresh graduate yang baru menyelesaikan pendidikannya di luar negeri ketika kembali ke Indonesia tidak tau apa yang harus dikerjakan, mau melamar CPNS malu karena harus bersaing dengan lulusan dalam negeri dari kampus biasa-biasa saja sedangkan untuk menciptakan perusahaanpun tidak mampu

Belajar dari China dan India

Kalau kita mengaca pada Negara lain yang maju dalam bidang teknologi misalnya China dan India. Banyak anak mudanya kuliah ke Negara maju khususnya Amerika dengan modal biaya sendiri dan karenanya mereka tidak ada kewajiban untuk kembali ke negeranya setelah menyelesaikan pendidikan di Negara tempatnya kuliah

Menggunakan biaya sendiri, otomatis semangat dan keinginannya untuk sukses sangat tinggi apalagi hidup di Negara asing yang jauh dari keluarga

Para pelajar ini, setelah menyelesaikan pendidikannya mereka mencoba untuk meniti karir di Negara tempatnya kuliah. Seperti para pelajar di India, mereka bekerja dan meniti karir di Negara Amerika hingga menduduki posisi penting seperti CEO di perusahaan ternama, atau mereka mencoba membangun bisnisnya sendiri hingga besar

Begitupun dengan para pelajar China yang menjadi Negara paling banyak mengirim pelajarnya ke Amerika Serikat. Seperti dilansir Antaranews pada tahun 2017 pelajar China yang berada di Amerika sebanyak 350.755 siswa, banyak diantara mereka memilih jurusan teknik, bisnis, manajemen, matematika atau ilmu komputer

Tidak jauh berbeda dengan China, tahun 2016 jumlah pelajar India di Amerika Serikat sebanyak 165. 918 mahasiswa, jurusan yang diambilpun berkaitan dengan STEM (Science, technology, engineering, and mathematics) dan komputer

Apa yang mereka lakukan setelah lulus kuliah?

Perkembangan ekonomi China yang begitu pesat menjadikan para pelajar China saat ini lebih tertarik untuk kembali ke negaranya dan meniti karir di dalam negeri. Hal ini berbeda dengan generasi sebelumnya (genarsi 80-an) yang lebih suka menetap di Amerika dan memulai untuk berbisnis ataupun meniti karir

Demikian pula, dengan India. Bangalore yang dikenal sebagai Silicon Valley of Asia menjadikan daya tarik para pelajar India untuk kembali ke negaranya setelah menyelesaikan studinya di Amerika, maka tidak heran banyak perusahaan-perusahaan besar mendirikan cabang atau bekerjasama dengan pengembang perangkat lunak yang berada di Bangalore

Tidak sedikit pula para pelajar dari dua Negara tersebut  tetap berkarir di Negara Amerika Serikat, banyak dari kaum minoritas terpelajar Amerika ini menduduki posisi penting menjadi CEO di perusahaan bergengsi Amerika.

Bagaimana Dengan Beasiswa Indonesia Maju?

Agar memiliki dampak yang besar pada kemajuan bangsa untuk masa depan maka beasiswa Indonesia maju untuk para pelajar Indonesia perlu mempertimbangkan berikut ini:

1. Beasiswa Tidak Mengikat

Beasiswa diberikan kepada para kandidat yang memiliki potensi untuk perubahan dan sifatnya tidak mengikat dalam artian tidak ada kewajiban bagi kandidat tersebut untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikannya

Dengan begitu, para penerima beasiswa tersebut memiliki kesempatan untuk berkarir dan menimba pengalaman di luar negeri sebagai bekal apabila suatu saat mereka kembali ke Indonesia dan membuat perubahan di Indonesia

Biarkan para pelajar tersebut untuk menimba karir di luar negeri seperti yang dilakukan BJ Habibie ( Habibie kuliah di Jerman bukan dengan beasiswa). Ketika mereka memiliki pengalaman selama meniti karir di luar negeri maka saatnya untuk di tarik pulang kampung membangun bangsa dari dalam

2. Utamakan Jurusan STEM dan Komputer

Kenapa harus jurusan STEM dan Komputer ? karena kita harus belajar teknologi untuk maju. Negara maju adalah Negara yang identik dengan teknologinya yang maju. Semakin maju teknologinya maka semakin bermartabat Negara tersebut di mata internasional

Teknologi membantu dalam mengatasi permasalahan di masyarakat dan teknologi saat ini merambah ke berbagai bidang baik pendidikan, pertanian, sosial dan sebagainya

3. Mendirikan Silicon Valley

Kenapa India maju dalam bidang perangkat lunak ? karena India memiliki duplikat Silicon Valley di Bangalore. Begitupun China yang memiliki dua distrik di Shenzen dan Zhongguancun yang disebut sebagai Silicon Valley of China

Tempat yang terpadu dalam pengembangan teknologi memiliki keuntungan diantaranya memudahkan pengembangan teknologi, perusahaan rintisan lebih mudah mencari investor, tempat bagi talenta muda untuk mengembangkan diri dan berkarir, transfer ilmu dan teknologi lebih mudah.

Ketika Sumber Daya Manusia (SDM) maju maka kita bisa mengekspor tenaga-tenaga ahli ke luar negeri dan membuat nama Indonesia semakin bermartabat di kancah Internasional. Walau tidak begitu, perusahaan internasional akan datang sendirinya melimpahkan pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan skill tinggi kepada SDM yang ada di Indonesia.

Info lain: Kuliah S2 Apakah diperlukan? Berikut Pertimbangannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.