Tahap yang Paling Menentukan dalam Wawancara Kerja

  • Share
Tahap yang Paling Menentukan dalam Wawancara Kerja
Wawancara kerja (photo: van tay media / unsplash)

Wawancara kerja merupakan bagian dari proses rekrutmen yang harus dilalui oleh para kandidat karyawan agar bisa diterima di dunia kerja yang diidamkan

Perusahaan melakukan ujian tertulis sebagai tahap awal dalam proses merekrut karyawan, apabila ujian tulis sulit untuk mendapatkan calon karyawan yang bisa diandalkan maka dilakukan proses wawancara kerja (job interview)

Wawancara kerja menjadi penting karena terjadi interaksi langsung (interface) antara pihak penyeleksi dengan calon karyawan sehingga penyeleksi dapat menilai calon karyawan secara komprehensif. Dalam wawancara kerja bukan hanya knowledge, skill, dan abilities yang digali tetapi persepsi, sikap dan perilaku dari calon karyawan juga dinilai untuk memungkinkan HRD mengenali sisi karakteristik personal dari calon karyawan

Untuk menghindari subjektivitas kadang HRD menerapkan wawancara panel dimana dalam wawancara itu seorang kandidat menghadapi tiga orang pewawancara. Wawancara kerja merupakan kesempatan terbaik bagi pelamar untuk meyakinkan pewawancara bahwa ia adalah kandidat yang paling tepat untuk direkrut sebagai karyawan

Tahap wawancara merupakan kesempatan bagi karyawan untuk menampilkan sisi terbaiknya terutama dalam hal:

  1. Kemampuan interpersonal
  2. Semangat dan antusiasme
  3. Achievements atau prestasi yang telah diraih sebelumnya

Apa yang pewawancara lihat dari calon karyawan?

Para pelamar mungkin bertanya apa yang pewawancara lihat dari para calon karyawan yang melamar! Anda mungkin menganggap apa yang dikatakan dalam wawancara kerja itu penting. Namun, riset menunjukkan bahwa yang lebih penting adalah yang tidak anda katakan

70% dari keputusan menerima seseorang menjadi karyawan ditentukan dalam tiga menit atau kurang. Kadang-kadang begitu pelamar masuk ruang wawancara, sang pewawancara sudah dapat membuat keputusan menerima atau (dan lebih sering) menolak si pelamar

Dasar penentuannya bukan dari hasil komunikasi verbal tetapi dari petunjuk-petunjuk non verbal seperti postur dan penampilan. Hal pertama yang dilihat oleh bos anda bukan pengalaman atau persyaratan formal, tetapi apakah mereka suka atau tidak suka bekerjasama dengan anda. Semua ini menyangkut kesesuaian personal

Curtis E. Lowen, Ph.D dan Jusak H.E. Sabintoe, S.Pd dalam bukunya Guide for Job Search (2003:21) membuktikan bahwa wawancara berfokus pada empat area dengan persentase yang berbeda. Yaitu:

  • Sikap : 40%
  • Penampilan : 25%
  • Keterampilan komunikasi : 25%
  • Persyaratan kerja : 10%

Dari keempat unsur tersebut sikap memiliki penekanan yang besar dibandingkan unsur lainnya. Kita bahas satu-satu dari keempat unsur tersebut dibawah ini

1. Unsur yang membangun sikap

Terdapat beberapa hal yang bisa dikembangkan oleh pelamar dalam membangun sikap, diantaranya adalah :

  1. Ketertarikan pada pekerjaan
  2. Citra diri yang baik dan positif
  3. Antusiasme
  4. Keinginan yang kuat untuk belajar
  5. Ambisi yang terukur untuk mencapai keberhasilan
  6. Inisiatif
  7. Kejujuran
  8. Kemampuan menghargai nilai-nilai yang ada dalam suatu perusahaan atau organisasi (corporate culture)
  9. Harapan-harapan yang realistis yang dapat dicapai dengan bergabung dalam suatu tim

2. Unsur yang membangun penampilan

  1. Cara berbusana
  2. Kerapian rambut
  3. Cara berbicara
  4. Posisi ketika duduk, bahasa tubuh, gesture ketika anda menjelaskan suatu hal
  5. Keyakinan diri yang tercermin dalam penampilan anda

3. Unsur yang membangun keterampilan berkomunikasi

  1. Komunikatif, mudah diajak bicara
  2. Bahasa tubuh
  3. Keruntutan logika pada saat berbicara
  4. Kemampuan mendengarkan memahami gagasan orang lain
  5. Menghargai sikap orang lain
  6. Empati
  7. Kemampuan dalam menerima kritik
  8. Cara yang dipilih dalam memberikan kritik
  9. Manajemen konflik dalam hubungan dengan orang lain

4. Unsur persyaratan kerja

  1. Terpenuhinya persyaratan formal seperti yang dicantumkan dalam publikasi lowongan
  2. Pastikan bahwa anda benar-benar memiliki kualifikasi seperti yang dicantukan dalam curriculum vitae
  3. Knowledge, skill, ability yang belum tercakup dalam curriculum vitae
  4. Keterampilan-keterampilan teknis atau kemampuan dibidang spesifik yang diperkirakan akan menunjang prestasi kerja anda

Ketika anda berjuang untuk mendapatkan pekerjaan idaman berarti anda telah bersaing dengan ratusan bahkan ribuan pelamar lainnya, ketika anda lolos ke tahap wawancara berarti anda telah menyisihkan sebagian besar saingan anda dan anda telah menjadi kandidat yang berpotensi untuk terpilih dalam proses seleksi, alangkah sayangnya momentum itu jika lepas dari genggaman anda hanya karena kurang persiapan

Tips yang perlu anda lakukan sebelum wawancara kerja

1. mengenali diri sendiri

Lakukan evaluasi mengenai diri anda sendiri, tanyakan pada diri anda betulkah pekerjaan ini yang saya inginkan? Sudahkah saya memahami deskripsi kerja, jenjang karir, gaji dan peluang promosinya?

2. Menggali informasi

Kenali perusahaan tempat anda melamar, seperti produk utama dan lini produknya, posisinya sebagai holding company, anak perusahaan atau perusahaan tunggal

Untuk perusahaan publik yang telah bestatus Tbk, tidak sulit bagi anda untuk mendapatkan informasi. Sedangkan untuk perusahaan yang belum go public, anda harus mendapatkannya langsung dari perusahaan yang bersangkutan

Anda bisa mendapatkan informasi dengan menelpon bagian resepsionis dari perusahaan yang bersangkutan dan mintalah informasi bersifat umum dengan ramah dan professional dalam pembicaraan telepon.

Informasikan bahwa anda adalah calon karyawan yang mencoba untuk mengenali perusahaan dimana anda mungkin akan bekerja. Beri penekanan pada kata mungkin karena status anda belum bekerja diperusahaan tersebut

3. Mendatangi kantor sehari sebelumnya

Pada saat anda mendapatkan panggilan wawancara, datangi kantor sehari sebelumnya untuk mengenali gambaran kantor agar anda tidak telat besok harinya. Perhatikan suasana kantor, busana yang dikenakan oleh orang-orang disana, dll

4. Buat outline wawancara

Buat alur jawaban yang kemungkinan ditanyakan dalam wawancara seperti pertanyaan:

  • ceritakan tentang diri anda

ceritakan tentang diri anda dengan berfokus pada prestasi yang telah dicapai, kegemaran positif yang masih anda tekuni serta rencana masa depan anda yang terkait dengan perusahaan

  • apa kelemahan dan kekurangan anda

menyebut kelebihan saja adalah egois, ungkaplah beberapa sisi kelemahan yang sepele atau tidak terlalu serius, atau kelemahan yang mudah diperbaiki. Lemah dibidang keterampilan teknis akan jauh lebih mudah diperbaiki daripada lemah di aspek watak seperti egois, ambisius, moody, tidak bisa diatur dsb

  • apa yang dapat anda lakukan untuk perusahaan ini jika kami menerima anda bekerja

cobalah untuk menyampaikan perubahan-perubahan atau ide baru tetapi ungkapkanlah dengan tanpa mengkritik atau mencela segala sesuatu yang sudah ada

lihatlah diri anda sendiri dengan parcaya diri tapi tidak terkesan arogan, HRD tidak menyukai orang arogan seberapapun potensialnya kandidat itu. Bagi mereka, kandidat yang baik adalah yang tampak benar-benar berharap ingin bekerja disana

Mengenai pertanyaan gaji, utarakan besaran gaji spesifik yang diinginkan dengan didasarkan pada beberapa faktor seperti harga pasar, faktor historis (gaji anda dalam pekerjaan sebelumnya), berdasarkan skala perusahaan, atau juga berdasarkan estimasi kebutuhan hidup. Permintaan gaji yang tidak realistis akan memengaruhi peluang anda.            

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *