Subtle Energy dan Penyembuhan Holistik

  • Share
yan nurindra subtle energy

Mikamoney.com-Subtle Energy dan Penyembuhan Holistik

#1 : Yuk kita bahas dulu fondasi awal dari pengetahuan ini, karena pemahaman yang baik dan benar akan membuat kita terhindar dari “penyesatan” dan “kesesatan”.

Dunia Subtle Energy adalah dunia kontroversial, banyak yang menyukainya, dan mungkin lebih banyak lagi yang anti, karena di-konotasikan dengan “kuasa gelap” (kayak giliran PLN padam aja).

Dengan pemahaman yang benar, maka kita dapat beradu argumen dengan siapapun juga (yang biasanya setengah paham, tetapi mudah menyalak).

Dunia SubtleEnergy bukan dunia logika, karena itu istirahatkan wilayah logika (otak kiri) dan aktifkan wilayah “rasa” (otak kanan).

Siap ??!

#2 : Berawal dari berbagai tradisi di berbagai wilayah esoterism (Mesir, China,India, sb), misalkan tradisi penyembuhan holistik (Holistic Healing),

para penyembuh “mencurigai” terdapat suatu “zat” yang tidak terlihat oleh mata biasa, tetapi keberadaannya dapat dirasakan, dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal.

Masing-masing wilayah mendiskripsikannya secara berbeda dengan nama yang berbeda pula. Misal : Chi di wilayah China, Ki di Jepang, Prana di India, Barraka di Timur Tengah, Huna/Mana di Polynesia, dst.

#3 : Zat tersebut lekat dengan fenomena tradisi penyembuhan masa silam, yang kelak dikenal sebagai peyembuhan Holistik.

Penyembuhan Holistik sama sekali bukan penyembuhan ala normal (walau hari ini sering dipelesetkan seperti itu). Holistik atau Holistic berasal dari kata “Whole” atau menyeluruh.

Makna dalam konteks ini, dalam tradisi penyembuhan masa silam, eksistensi manusia tidak sekedar dipandang sebagai onggokan “tubuh fisik” yang kasat mata saja,

melainkan terdiri dari berbagai eksistensi kesadaran yang saling terkait, membentuk manusia secara lengkap.

#4 : Karena itu di tradisi masa silam, ketika seseorang sakit, maka penyembuhannya akan dilakukan dari berbagai sisi (berbeda dengan hari ini, orang sakit disembuhkan oleh dokter, fisiknya saja, atau maksimal ditambah dengan Psikoterapi untuk menyembuhkan psikologis).

Sebagai salah satu contoh, salah satu tradisi penyembuhan Holistic yang sangat legendaris di India, yaitu Ayurveda, ketika menangani seorang pasien yang sakit,

maka pasien akan diberikan herbal, dilakukan detoks, dipandu untuk bermeditasi, jika perlu dipandu untuk mengakses Prana.

#5 : Kembali ke soal Holistic, dimana manusia dipandang sebagai kesatuan dari berbagai eksistensi kesadaran, secara global dapat disederhanakan menjadi tubuh fisik dan tubuh non fisik, atau kelak dikenal sebagai tubuh energi.

Untuk keperluan inilah di setiap wilayah esoterism dikembangkan sistem modeling (pemodelan) untuk menggambarkan keholistikan ini, yang nantinya berlanjut kepada pengetahuan yang merupakan hasil dari pemodelan ini.

Sebagai contoh di India, manusia digambarkan sebagai kesatuan dari eksistensi tubuh-tubuh sbb : Fisik, Eterik, Emosi, Mental, Intuisi, Atma, Monad, Illahi.

Seluruh eksistensi ini saling terkait, saling mempengaruhi. Jika salah satu tubuh terganggu akan mengganggu tubuh lainnya, sebaliknya jika suatu tubuh disembuhkan maka akan menyembuhkan tubuh yang lain.

#6 : Masih soal modeling ala India Kuno.

Jika di ranah Biologi, Kedokteran, dikenal organ-organ manusia, misal : Jantung, Hati, Ginjal, Limpa, dll., maka dalam tradisi energi juga dikembangkan organ-organ dari tubuh energi.

Dalam sistem India Kuno, dikenal sistem Chakra, Sushumna, Ida, Pingala, dsb. (termasuk Kundalini).

Terdapat ratusan Chakra di tubuh energi manusia, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Tetapi pada umumnya jika seseorang mempelajari tradisi energi, maka secara praktis hanya diperkenalkan 7 Chakra Utama.

Chakra secara sederhana merupakan jendela keluar masuk “energi” (dalam hal ini di India dikenal dengan nama Prana), sehingga kesehatan Chakra ini akan mempengaruhi kesehatan fisik manusia.

Ilmu Chakra sendiri cukup rumit, tidak banyak yang menguasainya. Dalam sistem Chakra dapat disusun suatu matrik tentang pengaruh suatu Chakra terhadap eksistensi lainnya.

Misalkan : Chakra A, mengontrol kelenjar X, mempengaruhi emosi Y, termasuk menentukan profesi yang cocok bagi seseorang. Dst.

Ok, kita tidak akan memperumit permasalahan. Ini hanya pengantar saja agar dapat dipahami asal muasal lahirnya tradisi energi.

#7 : Berpindah ke wilayah China. Mereka tidak mengenal istilah Chakra, Prana, apalagi Kundalini. Lho ?Tradisi penyembuhan China mengembangkan peta energi (di Chjna disebut Chi) yang dikenal sebagai titik “meridian”.

Kelak ilmu akupunktur menggunakan peta titik meridian ini. Jika sistem India mengenal 7 Chakra utama, maka sistem China mengenal 12 titik meridian utama, yang masing beranggotakan lagi puluhan meridian kecil atau titik akupunktur.

Tradisi penyembuhan China mempercayai bahwa terdapat 2 arus energi yang melintasi meridian, yaitu yang bersifat “Yin” dan “Yang”, dan harus selaras atau seimbang.

Jika terjadi ketidak seimbangan, maka secara perlahan akan mempengaruhi tubuh fisik, dan akhirnya dikatakan sebagai sakit.

Setidaknya sekarang dapat mulai dipahami, bahwa walaupun teknik akupunktur terlihat jelas menggunakan jarum yang ditusukkan ke tubuh fisik, tetapi maksud dan tujuannya justru untuk menyeimbangkan tubuh energi (Yin & Yang) SubtleEnergy World

#8 : Yuk kita berpindah ke Timur-Tengah.

Di tradisi Sufi berkembang juga tradisi energi, dan juga peta energi yang jelas sangat berbeda dengan peta energi sebelumnya (India & China). Tradisi Sufi mengenal titik bathin (mereka mengatakannya demikian) yang disebut “Latifah”.

Terdapat 7 Titik Latifah (rupanya angka 7 merupakan angka yang mistis dan favorit bagi esoterisme), nama-nama dari Latifah ini tentu berbahasa Arab, misal : Latifatul Qolby, Latifatul Roh, Latifatus Sirri, dan seterusnya sampai dengan Latifah Kullu Jasad.

Titik Latifah walaupun awalnya merupakan peta untuk Spiritualitas, akan tetapi dalam perjalanan berikutnya juga dimanfaatkan menjadi peta penyembuhan, tentu penyembuhan dengan pola energi juga.

#9 : Nah mulai ruwet …! Padahal saya belum membahas Tradisi Hawaii, Tradisi Pagan, Aztec, dsb.

Setidaknya dari ketiga sistem yang cukup dominan ini, mulai terjadi perang Belief. Yang India tidak mengakui Merdian dan Latifah,

yang China mentertawakan Kundalini dan sama sekali tidak pernah mengenal Latifah, dan yang di Timur Tengah seringkali mengharamkan konsep Chakra, sekaligus tidak memahami konsep Meridian.

Apakah manusia India, China, dan Timur Tengah adalah manusia yang berbeda ???

Apa sebenarnya yang terjadi ?? Sampai disini saya akan tantang para Sahabat untuk membahas hal ini. Silakan dianalisa

#10 : Kesimpulan dari Status #9 dari saya, dan merupakan pendapat saya yang sangat pribadi.

Chakra, Meridian, atau Latifah, bukan sesuatu yang benar-benar ada. Tetapi sebuah pemodelan untuk menghasilkan suatu metode. Seperti halnya pemodelan Subconscious Mind dalam Hypnosis. Dimanakah letak Subconcious Mind ?

Kita perlu peta atau pemodelan untuk mengembangkan suatu keilmuan.

Tetapi terdapat benang merah yang menarik dari ketiga sistem ini, yaitu mereka sama-sama berbicara tentang fenomena keberadaan energi (dalam hal ini maksudnya energi halus non fisik), dan energi ini nyaris memiliki manfaat yang sama.

#11 : Kita pindah ke dunia barat, yang konon ahli dalam membuat istilah.

Orang barat mencoba memperkenalkan istilah baru untuk dapat merangkum seluruh istilah yang berbeda dari berbagai wilayah ini.

Mereka memperknalkan istilah “Subtle Energy” atau dapat diterjemahkan secara bebas sebagai “energi halus” untuk membedakan dengan energi yang dikenal di bidang ilmu pengetahuan (energi listrik, energi mekanik, dll.).

Orang barat juga membuat istilah baru untuk “Subtle Energy” yang dianggap termasuk dalam kelompok energi positif yang berguna bagi kesehatan dan kehidupan, mereka menamakanya sebagai “Universal Life Force Energy”.

#12 : Ketika muncul istilah Subtle Energy, maka banyak hal dapat dijelaskan tentang esoterisme. SubtleEnergy mirip dengan istilah jaman lampau tentang zat ke-5 yang dinamakan Ether. (Bukan Ether yang sekarang).

Segala sesuatu yang berbau metafisika, selalu menggunakan medium Subtle Energy.

Bagaimana telepati bekerja ? Ya pasti menggunakan medium Subtle Energy, walaupun teknik telepati menggunakan Mind Power.

Bagaimana mantra tertentu bekerja ? Tentu saja mantra ini memicu munculnya SubtleEnergy tertentu.

Bagaimana ilmu Besi Qursani dapat membuat seseorang kebal ? Ya tentu saja ilmu ini dapat memproduksi SubtleEnergy yang memiliki sifat seperti besi, sehingga sesat dapat melindungi tubuh.

Bagaimana pula dengan praktisi Shaolin yang memiliki ilmu kebal, tanpa perlu menggunakan mantera2 ?

Tentu saja dengan pelatihan spartan bertahun-tahun, maka Mind dari praktisi Shaolin dapat pula memunculkan Chi Besi alias SubtleEnergy yang bersifat sebagai besi.

Bagaimana pula Aji Sapu Jagad Sapu Anam, atau Aji Kolah Kaleh dapat membingungkan orang ? Tentu saja aji tersebut menghasilkan SubtleEnergy.

Intinya SubtleEnergy merupakan kantong Dora Emon.

#13 : Timbul pertanyaan “nakal” berikutnya. Kenapa Ilmu Besi Qursani yang menggunakan doa, dan Shaolin Kungfu yang menggunakan proses latihan,

dimana kedua metode ini jelas berbeda secara ekstrim, sama-sama dapat menghasilkan SubtleEnergy yang bersifat sebagai besi ??

Ada yang dapat menjawab ?

#14 : Jawaban dari Status #13. Semua hanya metodologi semata, karena yang luar biasa sesungguhnya adalah mahluk yang bernama manusia itu sendiri.

Metodologi menghasilkan tradisi, tradisi diakulturasikan dengan sistem keyakinan bahkan agama, hasilnya terjadi proses saling mengharamkan !

Metode Reiki dianggap oleh sebagian orang merupakan turunan dari Tradisi Keyakinan Jepang, dan dianggap mengandung entitas Jin.

Metode Kriya Yoga, dianggap memanfaatkan entitas kuasa gelap hasil chanelling dari Ascended Master Paramahansa Yogananda.

Shamballa Multidemensional Healing, dianggap bermain-main dengan sosok jin yang bernama Michael.

Sadulur Papat Kalimo Pancer ??? Wah apa pula itu ?? Sangat kejawen !!!

(Yan Nurindra)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *