Bertanya Suku Seseorang Masihkah Relevan Saat ini !

suku mu apa ? apakah bertanya suku seseorang masih relevan dengan kondisi modern..
Bertanya Suku Seseorang Masihkah Relevan Saat ini !

Mikamoney.com Pernahkah kalian ditanya oleh seseorang darimana asal kalian? Pertanyaan seperti ini bukannya bertanya dari mana asal rumah kalian tetapi sesungguhnya bertanya kalian dari etnis/suku apa?.

Memang pertanyaan seperti ini kadang menjengkelkan bagi kalian yang sudah terbiasa hidup plural yang tidak peduli lagi dengan hal yang berkaitan dengan primordial

karena kebanyakan orang yang hidupnya  terbuka, hal primordial hanya dijadikan sebagai simbol semata. Bertanya suku seseorang apakah masih diperlukan ?

Pertanyaan etnis/suku pada seseorang biasanya akan dilekatkan kepada stigma dan stereotype oleh si penanya kepada orang yang ditanya, dan uniknya lagi stigma dalam kepala si penanya biasanya berhubungan dengan hal-hal yang jelek.

Dengan kata lain, kejelekan pikiran dari si penanya dilimpahkan kepada orang yang ditanyakan etnis/sukunya tersebut, padahal orang yang ditanya belum tentu seperti apa yang diprasangkakan oleh si penanya

Kejadian seperti ini tidak hanya berlaku pada orang kampung yang kurang berpendidikan saja tetapi juga sering dijumpai dilingkungan yang dihuni oleh orang-orang yang cukup mengenyam pendidikan formal,

mereka biasanya bertanya suku mu apa ? namun pertanyaan tersebut di perhalus dengan pertanyaan dari mana asalnya.

Menilai seseorang dengan penilaian hitam-putih saat ini mungkin masih relevan jika diarahkan kepada masyarakat yang masih memegang tradisi kuat dan hidup secara tradisional di kawasan tertentu,

namun jika diarahkan kepada orang yang cukup berpendidikan dan terbiasa hidup plural di kota sudah tidak relevan lagi

Banyak generasi muda saat ini hidup dalam lingkup yang plural seperti hidup dalam lingkungan perumahan BTN yang penghuninya kebanyakan berasal dari beragam etnis dan suku.

Ditambah lagi, generasi saat ini kebanyakan berasal dari keluarga yang plural dimana keluarganya atau keluarga besarnya berasal dari beberapa etnis yang berbeda bahkan kedua orang tuanya pun dari etnis dan suku yang berbeda

Read also :  Kebebasan dan Kesendirian Karena Cinta

Stereotype yang dilimpahkan kepada orang berdasarkan prasangka atau persepsi terhadap suku atau etnis tidak bisa disamaratakan,

ada orang yang berasal dari etnis atau suku yang dipersepsikan sebagai suku yang temperamen keras namun kenyataannya orang tersebut lemah lembut, demikian sebaliknya.

Stereotype ini mungkin saja ada benarnya jika kita arahkan kepada orang yang hidup dalam lingkup tradisional yang masih memegang adat dengan kuat,

namun tidak relevan lagi jika diarahkan kepada orang yang sudah terbiasa hidup modern dengan gaya hidup inklusif sebagai warga Negara dunia.    

Citizen of the world atau warga Negara dunia merupakan istilah yang disematkan kepada orang yang terbiasa hidup super modern.

Memandang dunia ini sudah tidak dibatasi lagi oleh sekat-sekat sempit batas Negara (bordersless), orang seperti ini bebas mau kemana saja, tinggal dimana saja dan dengan siapa saja.

Kategori orang-orang seperti ini biasanya mereka yang tinggal di Negara maju atau di Negara berkembang namun memiliki kekuatan ekonomi pribadi yang kuat.

Mereka bebas bepergian kemana saja, paginya di Jakarta, siangnya tinggal di singapura dan besoknya terbang ke Inggris baik untuk urusan bisnis atau hanya sekedar jalan-jalan.

Dunia ini dalam pandangannya hanya berupa satu-kesatuan dan memandang manusia sebagai penduduk bumi dalam istilah mereka one sky one world.

Jadi mereka sudah berpikir sebagai penduduk bumi bukan lagi sebagai penduduk Negara ini atau Negara itu

Sebaliknya, orang yang masih hidup dalam lingkup tradisional masih berpikir sebatas lingkupnya saja. Mereka memandang orang diluar lingkup suku, etnis, kampung nya sebagai orang aneh.

Dan orang-orang seperti ini berjuang mempertahankan warisan tradisi masa lampau nenek moyangnya yang ingin dipertahankan.

Read also :  Agama Cinta-Agama Masa Depan

Oleh karenanya, mereka berupaya untuk menjaga ‘keaslian’  dirinya melalui simbol-simbol tradisional etnis atau kampungnya.

Jika ada orang asing apalagi budaya asing disekitarnya maka dianggap menjadi sebuah ancaman,

oleh karena itu stereotype tertentu muncul dikalangan mereka berdasarkan persepsi yang mereka tangkap atau pengalaman berinteraksi dengan orang-orang asing disekelilingnya

Tahukah kalian, suatu saat dimasa depan penduduk bumi ini semakin menyatu. Bahkan batas-batas Negara yang ada saat ini tidak selamanya akan tetap seperti sekarang.

Kalian lihat dan perhatikan saja di masa lalu, beberapa Negara tinggal kenangan sudah tidak ada lagi pada saat ini, ada yang pecah maupun ada yang fusi, seperti Negara Uni Soviet yang pecah,

Jerman Timur dan Jerman Barat yang menyatu, Cekoslovakia yang menjadi dua Negara yakni ceko dan Slovakia dan sebagainya.

Kalian juga bisa perhatikan beberapa jenis ‘etnis’  baru bermunculan dimana sebelumnya pada zaman dulu etnis seperti ini tidak ada.

Jenis etnis ini memiliki tampilan yang berbeda dikarenakan pembauran dari beberapa ras yang berbeda seperti afro-amerikan

dimana dihasilkan dari pernikahan orang kulit hitam dan kulit putih yang menghasilkan orang dengan tampilan ‘baru’, demikian dengan parkawinan silang antara orang philipine dengan orang amerika atau orang jawa dengan orang papua dan lain sebagainya.   

Melihat dari pembauran rasial dan kehidupan modernisasi dengan tingkat kehidupan dan kesehatan yang lebih baik

ditunjang dengan makanan yang telah diproses dengan teknologi modern secara tidak langsung berpengaruh kepada tampilan fisik manusia,

Bisa jadi 1000 tahun kedepan tampilan manusia akan berbeda dengan tampilan saat ini dengan postur tubuh semakin tinggi dan raut muka semakin halus dan ditambah dengan kecerdasan manusia yang semakin tinggi,

Read also :  Tidak Diterima Di Sekolah Negeri ! Santai Saja,..

jika kita lihat manusia yang hidup di nusantara zaman dulu dengan rambut gimbal dan kulit hitam tinggal di hutan tentu berbeda dengan tampilan manusia zaman kini dengan kulit yang lebih terang dan lebih halus, termasuk tata cara hidup dan budayanya yang berbeda

Jika kalian ingin tahu kehidupan Jakarta 100 tahun kedepan maka kalian bisa melihat kehidupan New York saat ini (tahun 2020),

suasana kehidupan Jakarta dengan gedung-gedung berderet di kanan-kiri jalan saat ini sama seperti keadaan di New York tahun 1930.

Lalu bagaimana kehidupan di kota 1000 tahun ke depan !..tentunya akan lebih baik lagi, kehidupan semakin menyatu.

Penduduk dunia menjadi satu-kesatuan yang berbicara dengan bahasa internasional bahasa pemersatu penduduk bumi,

dari satu pelosok ke pelosok lain saling mengenal dan memiliki perasaan nasib yang sama sebagai penduduk bumi,

mereka sudah tidak terikat lagi dengan batas-batas Negara yang sempit karena mereka memiliki perasaan yang sama sebagai warga Negara dunia, Bertanya suku bagi mereka sudah tidak relevan lagi.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *