Home Money Mengatur Keuangan Keluarga Agar Menjadi Sehat

Mengatur Keuangan Keluarga Agar Menjadi Sehat

238
0
mengatur keuangan keluarga

Mikamoney.com– Mengetahui cara mengatur keuangan keluarga merupakan langkah awal menjadikan keuangan anda menjadi sehat, selanjutnya adalah mempraktekkan dan bertindak disiplin.

Banyak kita jumpai para pekerja atau karyawan walaupun telah mendapatkan kenaikan gaji tapi masih saja kondisi keuangannya semrawut bahkan utangnya bertambah. Kenapa bisa jadi seperti itu?

Bukan salah bos anda atau perusahaan tempat anda bekerja. Walaupun anda digaji dengan gaji berlipat kali jika pola pikir dan tindakan anda tidak berubah maka selamanya kondisi keuangan anda tetap semrawut.

Oleh karena itu, perlu diluruskan benang kusutnya yakni dengan cara mengatur keuangan keluarga anda.

Ada dua cara untuk meningkatkan keuangan keluarga yakni: 1. Perbesar pemasukan; 2. Perkecil pengeluaran.

Jika anda menerapkan kedua prinsip ini maka kondisi keuangan anda langsung meningkat bahkan jika anda menerapkan salah satu dari kedua prinsip itupun akan menjadikan kondisi keuangan anda lebih baik

Dari kedua prinsip tersebut apabila tidak bisa diterapkan maka anda tinggal pilih salah satu diantara keduanya mana yang lebih mudah bagi anda.

Baca juga: Cara mengatur gaji bulanan

Bagi saya, memperkecil pengeluaran lebih mudah dari memperbesar pemasukan karena memperbesar pemasukan membutuhkan waktu, tenaga dan usaha untuk mendapatkannya

Sebesar apapun pendapatan anda kalau berbanding lurus dengan pengeluaran maka anda tidak pernah menjadi kaya.

Jika pendapatan anda sebesar 3 juta namun pengeluaran anda juga 3 juta maka anda hanya hidup dengan kondisi keuangan pas-pasan apalagi kalau pasaknya lebih tinggi daripada tiangnya maka anda hidup dengan hutang

Sekecil apapun pendapatan anda, kalau bisa mengatur pengeluaran jauh lebih kecil dan anda tabung dengan konsisten dalam jangka panjang maka anda akan mendapatkan hasil yang besar.

Misalnya pendapatan anda sebesar UMR kota kecil yakni 2 juta, namun anda bisa mengatur pengeluaran perbulan sebesar 1.5 juta dan sisanya 500 rb anda tabung secara konsisten maka dalam waktu 3 tahun anda punya uang 18 juta.

Lalu, uang 18 juta ini anda putar menjadi modal usaha sehingga menjadi sumber pemasukan tambahan anda dan terus terakumulasi serta menjadi mesin uang anda

Langkah awal yang perlu anda lakukan dalam mengatur keuangan keluarga adalah:

  1. Catat semua pendapatan
  2. Catat semua pengeluaran

Sebagai contoh: pendapatan anda perbulan sebagai karyawan sebesar 3 juta, pendapatan sampingan dari toko kecil di rumah sebesar 500 rb. Jadi total pendapatan perbulan sebesar Rp. 3.5 jt

Langkah selanjutnya, catat semua pengeluaran anda perbulan yang tidak bisa dihindari artinya anda mau tidak mau harus mengeluarkan biaya ini tiap bulan. Sebagai contoh:

  1. Kebutuhan lauk pauk dan beras
  2. Listrik, gas dan air
  3. Telepon rumah
  4. Pulsa HP
  5. Sekolah dan kursus anak
  6. Cicilan KPR rumah
  7. Cicilan kendaraan
  8. Cicilan kartu kredit
  9. Asuransi
  10. Gaji pembantu
  11. Biaya bensin kendaraan (mobil + motor)
  12. …dst

Kemudian, catat pengeluaran perbulan yang merupakan opsional. Misalnya:

  1. Makan di luar
  2. Membeli buku
  3. Piknik
  4. Menonton bioskop
  5. Membeli baju
  6. Membeli parfum/kosmetik/sabun
  7. .. dst

Catat semua utang yang anda miliki. Misalnya:

  1. Utang pada Joni
  2. Utang KPR
  3. Utang Mobil
  4. ..dst

Setelah semuanya tercatat, tempelkan di tembok atau ditempat pribadi yang mudah dilihat kemudian cari pengeluaran yang bisa ditekan. Biasanya pada pos pengeluaran opsional. Misalnya:

  1. Makan diluar diganti dengan masak sendiri
  2. Membeli buku biasanya setiap bulan ganti 2 bulan sekali
  3. Piknik, cari piknik yang murah seperti piknik di taman alun-alun, nonton karnaval dsb. Jenis piknik yang murah tapi tidak monoton
  4. Menonton bioskop biasanya perbulan sekali ganti pertiga bulan sekali
  5. Membeli baju, parfum, kosmetik, sabun dll cari yang diskon atau dijual obral. Jangan pilih merek tapi pilih yang sesuai dengan kebutuhan
  6. ..dst

Setelah melakukan pengecekan pada pos pengeluaran opsional, lakukan juga pengecekan pada pengeluaran bulanan yang tidak bisa dihindari maka pilih poin pengeluaran yang bisa ditekan. Contoh:

  1. Pulsa HP, isi pulsa HP dengan nominal paling minimal. Jika ingin menghubungi teman lakukan melalui whatsapp atau messenger tidak perlu melalui telpon yang memakan pulsa
  2. Gunakan kartu kredit pada saat kepepet dan batasi maksimal penggunaannya sehingga memudahkan pada saat pembayarannya
  3. Dll

Lalu apa tujuan dari semua ini? Tujuan utamanya adalah kebebasan finansial. Yakni suatu keadaan dimana anda mendapatkan sumber penghasilan walaupun tanpa bekerja.

Sumber penghasilan tersebut berasal dari aset yang anda miliki dimana aset itu dibangun dari uang yang anda sisihkan dari pendapatan selama menjadi karyawan/pekerja.

Jika anda tidak memiliki tujuan finansial yang kuat maka selamanya sampai tua anda akan tetap bekerja bahkan masa pensiunpun anda akan tetap bekerja atau merepotkan dan bergantung pada anak anda yang sebenarnya anak anda juga bergelut dengan kondisi ekonominya yang terbatas.

Previous articleAstronot Panen Sayuran Pertama di Stasiun Luar Angkasa
Next articleMenyiapkan Masa Pensiun Bagi Karyawan Swasta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here