Home Money Inilah Beda Investor dan Trader Saham yang Harus Dipahami

Inilah Beda Investor dan Trader Saham yang Harus Dipahami

8
0
Inilah Beda Investor dan Trader Saham yang Harus Dipahami

Investor dan trader saham adalah para pelaku pasar modal. Walaupun keduanya bergerak pada jual dan beli saham, tetapi ternyata ada beda investor dan trader saham. Kemiripan keduanya memang sering membuat para pemula bingung dalam membedakannya.

Padahal secara strategi hingga macam saham yang diperjualbelikan antara keduanya sangat berbeda. Siapapun bisa menjadi investor maupun trader saham, tergantung dari kecenderungan analisis dan perilaku yang paling dominan ketika bekerja di lantai bursa. 

Daftar Beda Investor dan Trader Saham

1.     Beda investor dan trader terletak pada Strategi yang dilakukan

Umumnya, para investor membutuhkan jangka waktu yang lama dalam membeli dan menjual saham. Mereka sangat peduli terhadap faktor-faktor yang akan mempengaruhi harga saham di masa yang akan datang.

Hal yang paling diperhatikan adalah mengenai kesehatan perusahaan. Mereka akan mempertimbangkan fundamental perusahaan yang kokoh dan saham emiten yang sehat, sehingga di masa yang akan datang nilai aset tersebut akan bertambah.

Fluktuasi harga tidak mempengaruhi investor untuk melakukan pembelian maupun penjualan saham. Investor lebih mempertimbangkan peluang yang akan terjadi di masa datang daripada hanya euforia sesaat. Biasanya selain saham, investor semacam ini juga memilih untuk menanam modal di dunia industri properti.

Berbanding terbalik dengan investor, trader lebih sensitif terhadap kondisi pasar. Mereka cenderung bekerja lebih cepat melihat sentimen pasar. Ketika harga emiten saham mengalami lonjakan, mereka akan menjual aset mereka dan begitu sebaliknya. 

Situasi sosial, politik dan ekonomi yang kerap membuat bursa efek mengalami penurunan akan membuat para trader menahan diri untuk melakukan aktivitasnya. Biasanya strategi yang mereka gunakan adalah stop loss, target profit dan risk-reward ratio.

Baca juga  Cara Sukses Menjadi Dropshipper

2.     Prinsip

Ketika memutuskan untuk berinvestasi, para investor akan membeli emiten saham dan menyimpannya dalam waktu minimal satu tahun. Hal ini sesuai dengan prinsip yang mereka pegang yaitu buy and hold.

Para penanam modal cenderung memilih investasi yang berlikuiditas rendah. Saat tujuan mereka membeli saham tersebut sudah tercapai, maka mereka baru akan melepas saham miliknya. Demikian juga ketika kualitas saham yang dimiliki terlihat mengalami penurunan performa, mereka juga akan melepasnya. 

Sedangkan prinsip yang dimiliki oleh para trader adalah buy dan sell. Mereka bukan orang yang memiliki kesabaran ekstra, sehingga fluktuasi harga sangat menentukan aksi mereka di lantai bursa. Emiten saham yang dibeli oleh para trader umumnya memiliki peluang mengalami kenaikan harga pada waktu singkat.

Saat harga emiten naik, mereka akan segera melepas saham yang mereka miliki. Selisih harga beli dan jual adalah keuntungan yang mereka cari. 

3.     Risiko

Ada dua jenis risiko yang dialami oleh para investor. Risiko yang pertama sering disebut dengan risiko counterparty. Risiko ini muncul akibat ketergantungan investor pada pihak ketiga, yaitu pembeli saham mereka. Investor tidak bisa begitu saja melepas saham tanpa ada pembeli.

Sedangkan risiko kedua yang kerap dihadapi adalah risiko risiko partial fills. Sesuai namanya, risiko ini muncul ketika saham yang dilepas hanya sebagian saja yang bisa terjual. Hal ini tentu akan menimbulkan kerugian.

Trader juga memiliki risiko dalam berinvestasi. Dibandingkan dengan para investor, kerugian akibat counterparty yang dialami oleh para trader umumnya lebih kecil. Namun, risiko besar lain yang dihadapi oleh para trader adalah capital loss yaitu saat harga jual anjlok karena lebih rendah dari harga beli. 

Baca juga  5 Jenis Usaha Sampingan di Rumah

Beda investor dan trader sahammembuat para pelaku pasar modal pemula bisa memilih sesuai dengan karakteristik mereka. Tidak ada yang lebih baik antara investor maupun trader saham, keduanya unggul asalkan dimainkan dengan cara yang tepat.

Previous articleHal Penting Yang Perlu Dimiliki Perusahaan Startup
Next articleTahap Awal Cara Mendapatkan Pendanaan Startup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here