Novel Corona Virus the Eyes of Darkness

  • Share
novel corona virus

Mikamoney.com Siapa sangka wabah corona yang menghebohkan dunia saat ini telah diramalkan oleh Dean Koontz yang ditulis dalam novelnya yang berjudul the eyes of darkness terbit pada tahun 1981, novel corona virus ini kejadiannya mirip seperti yang terjadi saat ini di Wuhan, China.

Apakah ini sebuah kebetulan? Atau ada sebuah proyek rahasia militer yang selama ini ditutupi dan baru saja di ujicoba seperti proyek rahasia SR-71 blackbird tahun 1960-an yang sempat dianggap sebagai UFO…    

Dean Koontz mungkin saja tanpa sadar saat menulis novelnya tentang epidemi Novel Corona virus 2019 yang menjangkiti dunia  dan terbukti  40 tahun kemudian.

The Eyes of Darkness menyebutkan sebuah laboratorium militer Tiongkok yang bernama RDNA Labs yang berlokasi  di luar kota Wuhan tempat pusat penelitian dimana virus mematikan ditemukan sebagai bagian dari program perang senjata biologis negara itu. Oleh karenanya, virus ini bernama ‘Wuhan-400’.

Itu hanya terjadi pada manusia. Tidak pada makhluk hidup lain yang bisa terjangkiti. Dan seperti halnya sifilis, Wuhan-400 tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia lebih dari satu menit, yang berarti tidak dapat mencemari objek secara permanen atau seluruh tempat seperti halnya anthrax dan mikroorganisme ganas lainnya.

Kebetulan dan yang mengerikan dari novel ini karena ada kesamaan peristiwa novel itu dengan kehidupan nyata, di mana, ternyata, epidemi corona virus telah pecah dari pasar makanan laut di Wuhan.

Terlebih lagi, menurut artikel South China Morning Post ⁠— Institut Virologi Wuhan, yang menampung satu-satunya laboratorium biosafety tingkat empat China yang mempelajari virus paling mematikan, hanya berjarak 32 km dari pusat penyebaran wabah korona virus saat ini.

The Eyes of Darkness’ adalah sebuah novel thriller menegangkan yang berfokus pada seorang ibu yang berangkat pada sebuah pencarian untuk mengetahui apakah putranya benar-benar mati setahun yang lalu, atau apakah dia masih hidup.

Akhirnya, dia menemukan bahwa putranya ditahan di fasilitas militer di Cina di mana dia telah terkontaminasi dengan mikroorganisme buatan manusia yang dibuat di laboratorium bioresearch.

Berikut beberapa kutipan dari dalam novel The Eyes of Darkness, pada halaman 353 dalam novel tersebut disebutkan:

It was around then that a Chinese scientist  named li chen defected to the United state, carrying a diskette record of china’s most important and dangerous new biological weapon in a decade. They call the stuff ‘Wuhan-400’ because it was developed at their RDNA labs outside of the city of wuhan, and it was the four-hundredth viable strain of man-made microorganism created at that research center.

Wuhan-400 is a perfect weapon. It afflicts only human being. No other living creature can carry it. And like syphilis, Wuhan-400 can’t survive outside a living human body for longer than a minute, which mean it can’t permanently contaminate objects or entire places the way anthrax and other virulent microorganism can. And when the host expires, the wuhan-400 within him perishes a short while later, as soon as the temperature of the corpse drops below eighty-six degrees Fahrenheit.

Terjemahan bebasnya:

“Sekitar waktu inilah seorang ilmuwan Cina bernama Li Chen pindah ke Amerika Serikat sambil membawa disket yang berisi informasi penting tentang senjata biologi terbaru dan paling berbahaya dekade ini. Mereka menyebutnya Wuhan-400 karena dikembangkan di laboratorium RDNA mereka di luar kota Wuhan.

Wuhan-400 adalah senjata yang sempurna. Itu hanya terjadi pada manusia. Tidak pada makhluk hidup lain yang bisa terjangkiti.

Dan seperti halnya sifilis, Wuhan-400 tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia lebih dari satu menit, yang berarti tidak dapat mencemari objek secara permanen atau seluruh tempat seperti halnya anthrax dan mikroorganisme ganas lainnya.

Dan ketika yang terjangkiti berakhir, wuhan-400 dalam dirinya hilang sesaat, lalu suhu mayat turun di bawah delapan puluh enam derajat Fahrenheit.”

Epidemi virus corona benar-benar pecah dari Wuhan China. Para ahli teori konspirasi Fringe bahkan mengklaim bahwa epidemi itu mungkin buatan manusia, menyebar dari sebuah lembaga virologi di luar Wuhan.

The Perfect Weapon

Dalam novel corona virus-nya, Koontz menyebut virus sebagai “senjata sempurna” karena hanya memengaruhi manusia. Virus ini juga tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia selama lebih dari satu menit.

Pada bab 39 dari bukunya menyebutkan bahwa provinsi Wuhan – pusat penyebaran wabah koronavirus – adalah salah satu daerah yang paling terdampak di Cina.

Di halaman lain pada bab yang sama disebutkan dengan jelas bahwa wabah ini menyebar pada tahun 2020. Kalimat lengkapnya sebagai berikut:

In around 2020 a severe pneumonia-like illness will spread throughout the globe, attacking the lungs and the bronchial  tubes and resisting all known treatmens. Almost more baffling than the illness itself will be the fact that it will suddenly vanish as quickly as it arrived, attack again ten years later, and then disappear completely.

(Pada sekitar tahun 2020, penyakit seperti pneumonia yang parah akan menyebar ke seluruh dunia, menyerang paru-paru dan saluran bronkial dan resisten terhadap semua pengobatan yang ada.

Yang lebih membingungkan lagi penyakit tersebut akan tiba-tiba lenyap begitu saja, lalu menyerang lagi sepuluh tahun kemudian dan selanjutnya menghilang samasekali)

Lebih lanjut pada halaman 354 disebutkan

For one thing, you can become an infectious carrier only four hours after coming into contact with the virus. That’s incredibly  short incubation period. Once infected, no one lives  more than twenty-four hours. Most die in twelve. It’s worse than the ebola virus in Africa-infinetly worse. Wuhan-400 kill-rate is one hundred percent. No one is supposed to survive. The Chinese tested it on god knows how many political prisoners. 

They were never able to find an antibody or an antibiotic that was effective against it. The virus migrates to the brain stem, and there it begins secreting a toxin that literally eats  away brain tissue like battery acid dissolving cheesecloth. It destroy the part of the brain that control’s all of the body’s automatic’s functions. The victim simply ceases to have a pulse, functioning organs, or any urge to breathe. 

(Untuk satu hal, Anda terinfeksi hanya empat jam setelah bersentuhan dengan virus. Masa inkubasi yang sangat singkat. Setelah terinfeksi, tidak ada yang hidup lebih dari dua puluh empat jam.

Kebanyakan mati dalam dua belas jam. Ini lebih buruk daripada virus ebola di Afrika – jauh lebih buruk. Tingkat kematian Wuhan-400 adalah seratus persen. Tidak ada yang bertahan selamat.

Hanya Tuhan yang tahu berapa banyak tahanan politik yang menjadi kelinci percobaan dari virus ini oleh pemerintah china.

Mereka tidak dapat menemukan antibodi atau antibiotik yang efektif bisa melawan virus ini. Virus bermigrasi ke batang otak, dan di sana mulai mengeluarkan racun yang secara harfiah menggerogoti jaringan otak seperti kain tipis yang larut dalam asam baterai.

Ini menghancurkan bagian otak yang mengontrol semua fungsi otomatis tubuh. Nadi, organ dari korban tidak lagi berfungsi dan tidak bisa bernafas.)

Informasi tambahan:

Nama lengkap dari jenis virus ini untuk strain baru yang belum pernah diidentifikasikan sebelumnya pada manusia, diberikan istilah novel coronavirus (nCOV) apakah ini ada kaitannya dengan novel corona virus Dean Koontz ?…

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *