Home News Wabah Flu Burung dan Gugatan Siti Fadilah Pada WHO

Wabah Flu Burung dan Gugatan Siti Fadilah Pada WHO

83
0
siti fadilah supari dan gugatan terhadap WHO

Mikamoney.com Mantan Menteri Kesehatan RI (2004-2009) Siti Fadilah Supari sempat membuat berang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akibat gugatannya terkait penanganan wabah flu burung H5N1 pada 2005.

Siti melawan dengan tidak mengirimkan spesimen virus yang diminta WHO. Dia menolak mengirimkan sampel yang harus mengikuti standar Global Influenza Surveillance Network (GSIN) karena tidak transparan dan berisiko dijadikan sebagai komoditas monopoli perdagangan vaksin.

Siti Fadilah pernah menulis buku kontroversial berjudul Saatnya Dunia Berubah: Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung. Di dalam bukunya itu, Siti membahas segala kinerjanya untuk mengatasi wabah flu burung, serta membongkar borok WHO dan Amerika Serikat.

Buku ini terbit dalam bahasa Inggris, dengan judul It’s Time for the World to Change. Petinggi WHO dan Amerika Serikat sempat berang dengan isi buku ini, yang mengakibatkan ditarik dari peredaran untuk dilakukan revisi.

Salah satu pengakuan Siti yang mencengangkan di dalam buku Saatnya Dunia Berubah adalah kecurigaannya terhadap virus flu burung yang dijadikan bahan untuk membuat senjata biologi.

“Hal ini sangat mengagetkan saya karena laboratorium Los Alamos berada di bawah Kementerian Energi, Amerika Serikat. Di laboratorium inilah dirancang bom atom untuk mengebom Hiroshima di tahun 1945,” tulis Siti.

Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Chairul Anwar Nidom pun curiga, flu burung itu merupakan senjata biologi, sama seperti kecurigaan Siti Fadilah. Ia menuturkan, senjata biologi lazimnya menyerang saluran pernapasan.

“Setelah 10 tahun, saya baru menyadari virus flu burung adalah salah satu bentuk senjata biologi. Terlihat dari struktur virusnya. Termasuk juga flu babi”

Menurut Nidom, flu burung lebih ganas dibandingkan Covid-19, tetapi penyebarannya lamban. Dibandingkan flu burung, mortalitas Covid-19 lebih tinggi.

Baca juga: Surabaya bisa jadi seperti Wuhan

Siti Fadilah Supari yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan RI menegaskan: bahwa virus flu burung tidak menular dari manusia ke manusia,bahkan diragukan bisa menular dari unggas ke manusia.

“Saya memeriksa virusnya dan saya buktikan bahwa virus ini tidak menular dari manusia ke manusia. Ini bukti nyata.Saya tahu persis bahwa ayam tidak menular ke manusia,” terang Siti Fadilah dalam acara Diskusi Publik ‘Mempersiapkan Rakyat Menghadapi Bioterorisme’

Lantas, bagaimana virus ganas ini bisa menular? Siti Fadilah menerangkan bahwa ini masih menjadi tanda tanya. Maka dari itu ia mewanti-wanti kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan apabila mulai muncul virus flu burung di lingkungannya.

Sebelum adanya virus corona baru (COVID-19), Indonesia diketahui sempat dilanda satu pandemi yang mematikan yakni, virus flu burung atau secara medis disebut H5N1.

Mantan Menteri Kesehatan Indonesia periode 2004-2009, Siti Fadilah Supari dianggap telah sukses melawan virus flu burung di Tanah Air.

Bahkan, belum lama ini ada tuntutan terhadap pemerintah Indonesia untuk membebaskan Siti Fadilah agar dapat membantu mengatasi COVID-19.

Diketahui, saat ini Siti mendapat vonis penjara selama empat tahun dan kini dipindahkan ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang memburuk.

Siti dipenjara atas dugaan korupsi sebesar Rp 6 miliar saat masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan. Siti menjelaskan, pada saat WHO menawarkan vaksin untuk flu burung di Indonesia, dirinya menolak tawaran tersebut.

“Ya, tidak ada vaksin untuk flu burung, saya membuktikan tidak perlu vaksin,” jelasnya.

Bahkan Siti membantah pernyataan WHO yang menyebut bahwa virus flu burung dapat menular.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here