Home News Surabaya Bisa Jadi Seperti Wuhan

Surabaya Bisa Jadi Seperti Wuhan

133
0
sebaran covid-19 di jawa timur

Mikamoney.com Penyebaran Covid-19 di Jawa Timur khususnya Kota Surabaya tidak terbendung, hal ini dikhawatirkan oleh Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas (Gugas) Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, kekhawatiran muncul bila warganya tetap nekat dan tidak disiplin dengan prosedur kesehatan maka tidak mungkin kota Surabaya akan menjadi  Wuhan, salah satu kota di Provinsi Hubei, Cina tempat virus covid-19 pertama kali menyebar. Dimana di kota itu lebih dari 3.000 orang meninggal dan Kota Wuhan harus lockdown selama 4 bulan.  

“Ini tidak main-main, kalau kita tidak hati-hati maka Surabaya bisa jadi Wuhan,” kata Joni kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu, 27 Mei 2020 sebagaimana di nyatakan oleh viva.

Perlu diketahui data persebaran Covid-19 di Jawa Timur per 26 Mei 2020, total kasus positif Covid-19 sebanyak 3.939 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 2.118 kasus di Kota Surabaya, 542 kasus di Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik 134 kasus. 

Baca juga : Terkait covid-19, penerbangan ke Lombok di tutup

Gugus Tugas (Gugas) menyatakan bahwa Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB yang diterapkan hingga selesai jilid kedua, belum begitu efektif. Saat ini Gugus Tugas sedang fokus untuk menurunkan rate of transmission atau tingkat penularan Covid-19, terutama di Surabaya yang saat ini masih 1,6.

Rate of transmission Covid-19 di Surabaya diangka 1,6. Artinya, ketika ada 10 orang (positif Covid-19), dalam satu Minggu bisa jadi 16 orang (positif Covid-19)

Mengenai hal ini, Presiden Jokowi menyinggung mengenai penyebaran Covid-19 di Provinsi Jawa Timur yang masih sangat tinggi. Karena itu, Presiden meminta agar ada penambahan pasukan TNI-Polri yang dikerahkan untuk mendisiplinkan warga yang masih berkerumun.

Baca juga : Laboratorium virus Wuhan dituding penyebar covid-19

“Untuk daerah-daerah yang masih tinggi, yang kurvanya masih naik, saya kemarin juga sudah perintahkan kepada Gugus Tugas, kepada panglima TNI dan kapolri untuk di Jawa Timur misalnya, untuk kita tambah bantuan pasukan aparat di sana, agar bisa menekan kurvanya, agar tidak naik lagi,” ujar Presiden Jokowi.

Karena itu, daerah dengan kurva tinggi penyebaran Covid-19, akan diturunkan aparat TNI-Polri untuk pendisiplinan warga agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan sehingga pemberlakuan new normal bisa berjalan dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here