Home Startup Strategi Exit Startup dalam Siklus Perjalanan Membangun Startup

Strategi Exit Startup dalam Siklus Perjalanan Membangun Startup

215
3
strategi exit startup

Mikamoney.com– Strategi exit startup merupakan tujuan akhir dari serangkaian siklus perjalanan startup. Semua tindakan yang dilakukan oleh CEO dan timnya puncaknya adalah Exit

Kenapa Strategi Exit Penting?

Sebelum membahas strategi exit tersebut maka kita jelaskan kenapa exit ini penting?

Bukankah lebih baik menjadikan startup menjadi perusahaan milik sendiri dan kita menjadi raja di perusahaan yang kita bangun daripada kita menjualnya kepihak luar ?

Pertanyaan seperti diatas adalah pertanyaan orang awam, yang perlu di ingat bahwa pada saat merintis startup biasanya membutuhkan modal dan modal ini didapat dari investor (lembaga atau perorangan)

Dikemudian hari, Investor tentu membutuhkan dana investasinya kembali dan tentunya lebih besar daripada uang yang di investasikan pada saat awal

Oleh karenanya, startup harus bisa mencetak laba agar bisa mengembalikan modal kepada investor awal tersebut

Untuk mencetak laba bukanlah perkara gampang karena banyak juga laba dari bisnis yang dijalankan belum cukup untuk mengembalikan dana investor awal

Bentuk strategi exit

Strategi exit biasanya dijadikan sebagai solusi, diantara strategi exit yang umum digunakan yaitu:

1. IPO (Initial Public Offering)

Startups yang menggunakan strategi ini dengan cara  melakukan penawaran umum perdana dimana Anda menjual sebagian bisnis Anda kepada publik dalam bentuk saham.

Strategi ini memberikan kemudahan dalam akses likuiditas apabila investor mencari pengembalian atau pengembalian dana lebih awal dari yang diantisipasi.

Ini juga bisa memberikan keuntungan kepada CEO, founder dan karyawannya karena mempunyai kesempatan untuk dapat membeli perusahaan lain yang juga dimiliki secara pribadi

Baca juga  Memanfaatkan Coworking Space Bagi Perusahaan Rintisan (Startup)

2. M&A (Merger & Acquisation)

Penting bagi startup menggunakan opsi ini apabila arus kas atau likuiditas menjadi masalah. Semua investor ingin tahu apakah mereka bisa mendapatkan uang mereka kembali apabila kesepakatannya dengan startup gagal.

Dengan M&A ini startup akan mendapatkan uang segar yang bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis dan menjadikan startup tetap aman di mata investor

3. Modal Ventura

Kunci untuk menjaga tingkat keamanan di antara investor adalah menjaga agar uang tetap mengalir ke awal.

Pemodal ventura biasanya menginvestasikan sejumlah besar uang ke dalam bisnis dan startup yang dianggap patut dicatat.

Investasi Modal Ventura ini menyediakan sumber uang tunai yang stabil untuk menciptakan lebih banyak investasi, memperluas pembangunan, dan menarik investor kaya lainnya yang melihat potensi keuntungan tinggi di masa depan.

4. Penawaran Pribadi

Startup dapat melakukan penawaran pribadi saham kepada individu atau kelompok investor untuk mengumpulkan dana.

Penawaran pribadi lebih murah dan membutuhkan lebih sedikit waktu untuk dilakukan karena layanan penjamin emisi atau perantara lebih sedikit diperlukan.

Anda dapat memilih investor yang menunjukkan tujuan dan minat yang sama, Jika investor ini adalah wirausahawan, mereka dapat membantu dalam manajemen perusahaan.

Apa tujuan dari strategi exit?

Strategi exit adalah bagaimana pendiri startup dan investor yang telah menginvestasikan sejumlah besar uang di startup mentransfer kepemilikan bisnis mereka kepada pihak ketiga.

Dengan cara seperti itu investor dan pendiri startup akan mendapatkan pengembalian uang yang telah mereka investasikan dalam bisnis.

Bagi siapa pun yang mencari pendanaan melalui modal ventura atau angel investor, memiliki strategi exit yang jelas sangat penting.

Bagi para pelaku startup, ada baiknya untuk merencanakan ke depan dan memikirkan tentang bagaimana Anda akan mentransfer kepemilikan bisnis di masa mendatang, apakah memilih untuk menjual bisnis, atau mencoba mengembangkannya dan berusaha untuk diakuisisi.

Baca juga  Cara Membangun Karakter Wirausaha Dalam Diri Seseorang

Singkatnya, investor ingin tahu bagaimana mereka akan mendapatkan kembali uang mereka dari bisnis Anda sebelum mereka berinvestasi.

Sebagai seorang pemula, Anda harus memiliki strategi keluar untuk memungkinkan investor Anda mendapatkan uang dari investasi mereka serta untuk menjaga nilai dari startup Anda.

Merencanakan masa depan startup?

Jika Anda menyusun rencana bisnis atau bersiap untuk melakukan promosi kepada investor untuk pertama kalinya, pikirkan tentang strategi exit-nya.

Ketahui arus keuangan startup dengan seksama dan Anda meninjaunya secara berkala sehingga penilaian bisnis Anda akurat.

Jika jalan exit terikat dengan jumlah keuangan tertentu yang harus dipenuhi, jangan ragu untuk meminta beberapa panduan dari penasihat bisnis  

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan bisnis Anda untuk akuisisi dan jalan keluar lainnya.

Previous articleEnam Strategi Marketing yang Sedang Tren
Next article7 Perbedaan Iphone 11, IPhone Max dan Iphone 11 Pro Max gadget

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here