Home Ragam Hantu dan Arwah Penasaran dari Orang Yang Telah Mati

Hantu dan Arwah Penasaran dari Orang Yang Telah Mati

46
hantu dan arwah yang menjadi gelandangan di alam astral

Mikamoney.com Apa itu hantu? Mereka adalah makhluk astral yang terikat pada bumi

karena keterikatan dan keinginan yang kuat untuk kembali ke bumi dalam bentuk fisik dan berkeliaran di alam eter untuk memenuhi kebutuhan mereka akan kenikmatan indra sebagaimana waktu hidup di dunia.

Sebagian besar hantu tidak berbahaya dan tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang biasa.

Kadang jiwa penasaran menguasai tubuh dan pikiran seseorang tetapi mereka hanya bisa mempengaruhi orang-orang yang sering membiarkan pikirannya dalam keadaan kosong dalam waktu lama.

Orang-orang ini telah melemahkan pikiran mereka dan menjadi rentan dan tidak stabil secara mental karena daya tarik karma dan kekosongan mental dan mereka secara tidak sadar mengundang arwah gelandangan (arwah penasaran) ke dalam tubuh mereka.

Arwah penasaran adalah jiwa-jiwa yang masih terikat dengan kehidupan duniawi

karena ada sesuatu yang mengganjal dalam jiwanya seperti terlalu cinta akan harta bendanya, memikirkan anak-anaknya yang bersengketa warisan dll dan arwah ini tidak menyadari kalau dirinya telah meninggal

Mereka menggelandang di alam astral yang paling rendah sehingga bersinggungan dengan alam fisik manusia dan kadang tampak di alam fisik walaupun berwujud eter sehingga orang menyebutnya sebagai hantu.

Jiwa itu tidak mau melanjutkan perjalanan ke alam berikutnya karena ada hal duniawi yang mengikat jiwanya

Jika seseorang secara tidak sengaja meninggalkan mobilnya tidak terkunci dengan kunci menggantung di dalamnya, setiap orang yang kasar dan tidak sopan dapat keluar masuk ke mobil tersebut.

Begitupun, jiwa gelandangan yang telah kehilangan bentuk fisik mereka sendiri sedang mencari transportasi yang diabaikan itu.

Ada beberapa jiwa gelandangan yang sewaktu hidup di bumi adalah mereka yang penjahat, perampok, pembunuh, pemabuk dan makhluk pengkhianat, kejam dan tidak bermoral.

Dan orang-orang yang telah meninggalkan tubuh mereka dalam keadaan berdosa seperti orang-orang yang melakukan bunuh diri secara bodoh dan kejam dianggap sebagai jiwa-jiwa yang tercemar di alam astral.

Arwah penasaran dipenjara dalam tubuh astral mereka dan mereka berduka atas kehilangan nyawa duniawi mereka

serta tidak menemukan istirahat dan karena itu harus berkeliaran di alam astral yang lebih rendah berduka karena kehilangan perwujudan fisik mereka atau benci untuk dilahirkan kembali.

Jiwa-jiwa yang menyedihkan ini harus berkeliaran di dalam eter sampai mereka menghilangkan efek karma dari perbuatan buruk mereka.

Ada orang-orang yang kerasukan arwah jahat, sewaktu hidup didunia selalu berbuat kejahatan dan sebagai roh-roh yang terobsesi dengan kejahatan,

mereka terus melakukan kerusakan di alam astral dan di alam fisik sebagai jiwa astral gelandangan. Jiwa gelandangan ini memburu orang-orang dengan kesamaan karma dan tertarik kepada mereka oleh pikiran negatif mereka.

Saat burung hidup di udara, cacing hidup di bumi dan ikan hidup di air, malaikat tinggal di atmosfer getaran yang lebih halus di berbagai wilayah alam semesta astral sesuai dengan manfaat mereka dari kehidupan pra-astral mereka di bumi.

Demikian pula ikan tidak dapat terus hidup di luar lingkungan berairnya, roh najis atau jiwa yang terkutuk harus tinggal di planet astral yang paling kotor.

Roh yang lebih halus tinggal di planet yang bercahaya lebih tinggi; jika jiwa gelandangan berani bergerak menuju daerah yang lebih tinggi itu, mereka akan langsung ‘diserang’ atau dikejutkan oleh tegangan yang lebih tinggi dari kekuatan astral.

Beberapa orang menangis saat mengalami mimpi buruk. Dengan cara yang sama, selama kematian tidur, roh-roh najis dan jiwa-jiwa gelandangan berkeliaran di dalam eter sambil melolong meminta kelegaan,

sering kali mencoba untuk mengambil beberapa transportasi tubuh yang tunduk untuk mengkomunikasikan kejahatan dan penderitaan mereka yang terpendam.

Orang dengan kemauan yang kuat, getaran spiritual, dan otak yang sibuk dengan pemikiran cerdas tidak boleh khawatir karena pikiran mereka tidak akan pernah di rasuki.

Jiwa gelandangan tidak tahan dengan getaran tinggi dari pikiran dan kesadaran spiritual.

Para pencari Tuhan yang tulus mempraktikkan metode ilmiah dalam doa dan meditasi tidak perlu takut pada makhluk seperti itu. Tuhan adalah Roh dari semua roh.

Tidak ada bahaya dari roh-roh negatif yang dapat menimpa orang yang pikirannya tertuju pada Tuhan. Untuk mengusir dan menyingkirkan roh najis dari otak seseorang membutuhkan kemauan dan konsentrasi ilahi yang kuat.

Jika penyembuh memiliki kekuatan spiritual yang dinamis, ia dapat mengusir entitas tersebut dengan menggunakan kekuatan kehendak diam dan terus menatap mata orang yang tertekan dalam hati memerintahkan pelanggar najis untuk pergi.

Jika keinginan penyembuh lebih kuat dari roh jahat, maka entitas jahat akan pergi. Mengulangi doa dan dengan membisikkannya di telinga kanan orang yang terkena, roh najis akan pergi.

Jiwa gelandangan ini berkaitan erat dengan saat-saat terakhir kematiannya. Jika jiwa yang menjadi gelandangan ini saat akhir hidupnya mati bunuh diri di rel kereta api maka dia akan selalu menampakkan diri sebagai hantu yang berjalan di rel kereta api tersebut.

Jiwa gelandangan ini seperti kebingungan mau hendak kemana dan selalu tampak di dunia eter paling bawah bertahun-tahun lamanya hingga jiwa gelandangan itu menyadari bahwa dirinya telah meninggal, oleh karena itu jiwa geladangan itu disebut juga sebagai arwah gelandangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here