Home News Penataan Sarpras di Loh Buaya Jauh dari Sarang Komodo

Penataan Sarpras di Loh Buaya Jauh dari Sarang Komodo

77
0
taman nasional komodo

Peneliti satwa Komodo Achmad Ariefiandy dari Komodo Survival Program mengatakan penataan sarana & prasana (sarpras) di Resor Loh Buaya, Pulau Rinca, Taman Nasional (TN) Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT jauh dari sarang aktif Komodo.

Berdasarkan hasil monitoring & penelitian yg dilakukan pria kelahiran Bandung, lulusan University of Melbourne & Universitas Gadjah Mada ini selama 15 tahun di TN Komodo, khusus di lembah Loh Buaya sekurangnya ada 6 sarang Komodo yang setiap tahun diamati.

“Empat sarang di antaranya aktif dipakai bersarang tahun ini,” jelasnya kepada TravelPlus Indonesia saat meninjau lokasi renovasi sarpras tersebut di Pulau Rinca, Sabtu (31/10/2020) dengan tim dari Kementerian LHK yg dipimpin Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam & Ekosistem (KSDAE) Wiratno & didampingi Direktur PJLHK Prihadi.

Menurut Achmad yg ditemani Deni Purwandana rekannya yang juga peneliti Komodo, jarak terdekat sarang aktif Komodo dengan sarana dan prasarana yang tengah ditata di Loh Buaya sekitar 300 – 500 meter.

“Jarak itu dianggap masih cukup jauh dari lokasi penataan,” ungkapnya lagi.

Sebagai informasi bahwa komodo merupakan hewan purba yang hanya ada di komunitasnya di Taman Nasional Komodo (TNK), NTT. yang ditunjuk pada tahun 1980 memiliki label global, sebagai Cagar Biosfer (1977) dan Warisan Dunia (1991) oleh UNESCO. Taman Nasional Komodo memiliki luas 173.300 Ha yang terdiri dari 58.449 Ha (33,76%) daratan dan 114.801 Ha (66,24%) perairan.

Dari luas tersebut, ditetapkan Zona Pemanfaatan Wisata Daratan seluas 824 Ha (0,4%) dan Zona Pemanfaatan Wisata Bahari 1.584 Ha (0,95%). Jadi pengembangan wisata alam sangat dibatasi, hanya pada Zona Pemanfaatan tersebut. Ini prinsip kehati-hatian yang ditetapkan sejak dari perencanaan ruang kelola di TNK tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here