Martir Ilmu Pengetahuan, Ada yang tau siapa foto ini? (dialog imajiner). Saya membayangkan ke masa lalu di tahun 1600-an dan bertemu dengan lelaki dalam foto ini. dia seorang kosmolog, filosof dan ‘bekas’ biarawan. Dia berpikir dan mengamati serta melihat ‘sesuatu’ dalam pikirannya yang tidak semua orang tau pada saat itu

Pada awalnya lelaki ini bukanlah seorang astronom atau ahli matematika, dia adalah seorang pastor dominikan yang dianggap sebagai ahli bidáh yang melawan doktrin katolik tentang kutukan abadi, tritunggal, keilahian kristus, keperawanan maria dan transubtansi serta transmigrasi jiwa (reinkarnasi)

Tidak hanya itu, pemikirannya dianggap nyeleneh dan sangat bertentangan dengan kepercayaan yang dianggap benar pada saat itu. Lelaki ini terpengaruh oleh teorinya Nicholas Copernicus ‘De Revolutionibus Orbium Coelestium) kalau diterjemahkan ‘ Revolusi Bulatan Benda-benda Langit’ yang diungkapkan lima tahun sebelum lelaki dalam foto ini lahir.

Copernicus mengatakan bahwa bumi itu bulat, bukan datar sebagaimana yang diyakini orang pada zaman itu. Copernicus mengatakan bahwa Matahari menjadi pusat alam semesta dimina bumi dan benda langit lainnya mengelilingi matahari, teori ini dinamakan Heliosentris. Pada saat itu orang percaya bahwa bumi menjadi pusat alam semesta

Dan Lelaki dalam foto ini setuju dengan pendapatnya Copernicus, namun menurutnya alam semesta begitu luas, tak terhingga. Sehingga bumi dan matahari tidaklah istimewa dan hanya bagian dari kecil benda langit yang mengelilingi matahari. Lebih lanjut Ia mengatakan terdapat bermilyar-milyar bintang mirip matahari di alam semesta dan masing-masing mempunyai planet yang mengitarinya.

Dan dia percaya bahwa semua alam ini hidup dan mempunyai jiwa dengan semangat ilahi, kecerdasan dan kesadaran. Bahkan lelaki ini menganggap alam adalah Tuhan dan Tuhan adalah alam (mirip seperti wahdatul wujud yang dicetuskan Ibn Arabi seorang mistikus islam)

Lelaki dalam foto ini melihat diluar tabir cakrawala kotak pemikiran di zamannya. namun sungguh sayang, dia dengan ekstasenya mengatakan sesuatu yang dianggapnya benar kepada semua orang tentang kebenaran yang dia yakininya. Orang-orang terkejut dan tersentak dengan apa yang dikatakannya karena berbeda dengan apa yang mereka dengar dalam setiap khotbah keagamaan

Karena pemikirannya yang dinilai merendahkan Tuhan, dia ditangkap setelah sempat melarikan diri selama 11 tahun. Pagi hari dia dijemput dari selnya dan di bawa menuju Campo Dei Fiori- Roma. Lidahnya diikat karena takut akan ide atau ajaran yang diungkapkannya lalu Sang lelaki dalam foto ini dibakar hidup-hidup di tiang pancang untuk memberi hukuman neraka atas nama tuhan (dan tentunya atas interpretasinya golongan sang pembakar yang dilekatkan kepada tuhan, kasihan tuhan selalu dijadikan alat pembenaran saja).

400 tahun setelah kematiannya, golongan sang pembakar atas nama tuhan minta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan oleh pendahulunya pada lelaki dalam foto ini di vatican pada tahun 1992. Kini sebagian besar apa yang diteliti dan diungkapkan oleh lelaki ini terbukti benar dalam ilmu pengetahuan modern, oleh karenanya lelaki dalam foto ini disebut sebagai martir ilmu pengetahuan (a martyr of science)

Lalu saya tersentak dan menoleh ke arah kalender yang tertulis tahun 2020 tepat ditengah malam saya buka berita online yang berisi tentang perang dan kebencian, fitnah, hoax, menganggap diluar golongannya kafir dan hanya golongannya yang benar dan masuk surga lainnya di vonis akan masuk neraka (dalam pemikiran mereka saja), kebencian dalam kepalanya ditularkan atas nama imajinasi kebenaran yang ada dalam tempurung kepalanya yang sempit dan kecil. Saya rasa tidak ubahnya saya hidup di tahun yang sama dengan lelaki yang ada dalam foto ini. Giordano Bruno, sang martir ilmu pengetahuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *