Mikamoney.com– Agama pada dasarnya adalah metode dan aturan yang terbentuk baik sengaja maupun tidak sengaja oleh pendiri dan pengikutnya untuk mengatur tata cara kehidupan manusia baik dari segi tata laku pemujaan maupun keyakinan yang ditanamkan sebagai ajaran kepada pengikutnya. Oleh karenanya masing-masing pengikut agama mempercayai bahwa keyakinannyalah yang paling benar sedangkan diluar keyakinan mereka adalah salah. Kenapa bisa begitu? Karena para pengikut agama menerima tentang doktrin ajaran masing-masing agamanya yang harus ditelan mentah-mentah sebagai kebenaran yang dibungkus dalam istilah iman. Jika Tuhan itu Satu Kenapa ada Banyak Agama ?

Jika kebenaran itu satu maka seharusnya agama yang ada juga satu namun kenyataannya timbul banyak agama bahkan menjadi sumber penyebab peperangan atas nama pembela Tuhan yang dianggapnya kebenaran. Anehnya lagi masing-masing agama itu menawarkan kenikmatan dan kebahagiaan seperti gedung dan makanan mewah di alam kematian bagi pengikutnya yang mati karena perang membela agama yang diyakininya. Disatu pihak menawarkan surga dan di pihak satunya lagi juga menawarkan surga bagi pengikutnya yang mati

Agama yang tersusun dalam metode diyakini sebagai kebenaran bahkan telah menyatu dengan adat yang mempengaruhi tata cara hidup suatu masyarakat yang juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi geografis, bahasa dan lain sebagainya. Ketika awal-awal agama-agama di dunia muncul tidak berupa metode agama yang langsung ‘jadi’ tapi melalui proses dari generasi ke generasi bahkan ratusan tahun setelah kematian sang pendirinya, proses ratusan tahun inilah yang tersusun menjadi ‘bundel’ agama yang dianggap sebagai  kebenaran dan ajaran agama itu sendiri

Jika Tuhan satu kenapa timbul banyak agama? karena agama itu sebenarnya konsep manusia yang diyakininya sebagai sumber dari Tuhan berdasarkan pengalaman spiritual pribadinya. Pengalaman spiritual masing-masing orang berbeda karena daya tangkapnya pada masing-masing orang berbeda oleh karenanya pengalaman spiritual pribadi yang dituangkan ke dalam konsep ‘ajaran’ yang disebut agama hasilnya pun berbeda-beda. Pada dasarnya Tuhan Allah, Yahwe, Alah, atau sebutan lainnya adalah satu sebagaimana yang kita ketahui dalam fisika modern bahwa dunia dan kosmos tersusun dari satu unsur yang bersumber dari satu ledakan ketika terjadi ledakan bigbang. Dan ledakan itu mengembang meluas dimana didalamnya terbentuk berbagai macam galaksi dan planetary maupun benda-benda angkasa lainnya, semua benda-benda bumi dan angkasa itu maupun gelombang pembentuk jagad raya sumbernya berasal dari satu yang diyakini sebagai Tuhan

Karena keterbatasan otak dan pikiran manusia dalam menerima pengetahuan kebenaran yang tertangkap dalam pikirannya yang diyakini sebagai kebenaran sebenarnya adalah kebenaran parsial yang merupakan bagian kecil dan terbatas dari kebenaran yang maha besar. Oleh karenanya, keterbatasan-keterbatasan manusia itu menimbulkan pola pemikiran dan pemahaman parsial dalam kotak-kotak metode kebenaran yang disebut sebagai agama

Kotak-kotak ini yang dianggap sebagai kebenaran mutlak oleh pengikutnya sehingga orang yang meyakini diluar kotaknya dianggap sebagai sesat atau salah padahal orang/kaum yang dianggap sesat tersebut juga meyakini bahwa keyakinannyalah yang benar sedangkan yang menuduh sesat itulah sebenarnya yang sesat. Lalu mana yang benar? Untuk melihat kebenaran yang mutlak akan dijumpainya ketika semua pengikut agama yang saling menyesatkan tersebut mati dan menyaksikan sendiri-sendiri sesuai dengan apa yang dipercayainya

Pada intinya jagad raya ini adalah satu yaitu Tuhan itu sendiri, sedangkan manusia dan mahluk lainnya baik matahari maupun bintang merupakan bagian dari Tuhan. Namun, ini bukanlah panteisme yang meyakini banyak Tuhan tetapi semua apa yang ada di alam kosmos ini berada dalam diri Tuhan itu sendiri termasuk kita manusia dan manusia seharusnya berdoa dan terhubung dengan sang inti sumber itu. Semakin manusia tidak terhubung maka dirinya semakin jauh dari sang sumber dan semakin mengarah kepada alam benda yang kasar dimana alam benda ini tersusun dari gelombang-gelombang elektromagnetik yang kasar sebagai unsur pembentuk benda

Semakin manusia dekat dengan Tuhan maka gelombang unsur pembentuk dirinya semakin halus yang menyebabkan dirinya semakin dekat dengan sang sumber. Karena sang sumber itu sendiri sangat halus, oleh karenanya ketika manusia mati, gelombang jiwanya menyesuaikan dengan frekuensinya masing-masing. Jika frekuensinya kasar maka akan berada di alam kasar yang dekat dengan frekuensi alam bumi dan frekuensi ini tidak bisa masuk ke frekuensi atasnya yang lebih halus karena akan tertolak dan terbakar panas jika mencoba memasukinya, jika frekuensinya halus maka akan lebih halus dan gelombangnya lebih tinggi dan daya gerak gelombang tersebut lebih luas sesuai dengan tingkatan kehalusan frekuensinya masing-masing. Semakin halus maka daya geraknya semakin luas bahkan seluas langit dan bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *