Home Money Mengelola Portofolio Investasi ala Sandiaga Uno

Mengelola Portofolio Investasi ala Sandiaga Uno

120
0
mengelola portofolio investasi ala sandiaga uno

Mikamoney.com Investasi merupakan bagian penting dalam perencanaan keuangan, namun demikian harus diperhatikan bagaimana berinvestasi yang baik agar tidak mengalami kerugian. Terdapat banyak instrument investasi yang bisa dipilih seperti emas, properti, paper assets dan lain sebagainya. Berikut mengelola portofolio ala Sandiaga Uno

Pengusaha nasional Sandiaga Uno membagikan tips dan trik untuk mengelola portofolio investasi agar untung maksimal. Sebagaimana dimuat oleh finance.detik.com Sandiaga menjabarkan seluruh harta harus dibagi, jangan difokuskan ke dalam satu instrumen investasi saja.

Dia menjelaskan alokasikan 20% harta untuk tabungan uang tunai, kemudian 35% di antaranya dialihkan ke pasar modal. Setelah itu 35% lainnya dialokasikan untuk surat berharga.

Sisanya, bisa digunakan untuk investasi kecil lainnya. Semisal investasi emas, hingga properti.

Baca juga: Cara mengatur gaji bulanan untuk tujuan finansial

“Soal portfolio, kita misalnya ada 100% misalnya, model portofolio terakhir yang saya berikan advice, alokasikan 18-20% di cash, 30-35% ekuitas, 30-35% fixed income atau surat berharga,” papar Sandi dalam sebuah webinar bersama Kepala BKPM, Kamis malam (14/5/2020).

“Sisanya beragam deh bisa di emas, properti, dan sebagainya,” sambungnya.

Bagi para investor yang menjadi pemula dalam dunia pasar modal, Sandi mengingatkan agar hati-hati dalam memilih dan melakukan pemilihan saham. Dia mengatakan lebih baik alokasikan dana ke saham perusahaan besar yang likuiditasnya tinggi.

“Bagi yang ingin belajar investasi saham, hati-hati saat stock picking individual. Risikonya itu tinggi kecuali kita ke stock yang liquid dan perusahaan yang fundamentalnya besar, nama-nama seperti BCA, Astra, Bank Mandiri jadi pilihan utama,” jelas Sandi.

Sandi mengingatkan agar para investor pemula tidak terjebak pada penawaran saham-saham gorengan. Menurutnya keuntungan saham gorengan adalah tipu daya.

“Jadi kalau mau investasi saham untuk pemula langsung fokus ke saham buncit yang likuiditasnya baik. Bukan ke saham gorengan, saham gorengan ini sudah banyak habiskan sumber daya ternyata tipu daya,” sebut Sandi.

Investasi hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan usia anda. Jika usia masih muda berinvestasi di instrument seperti saham merupakan pilihan yang tepat, namun jika usia anda sudah diatas 40 tahun berinvestasi di instrument yang aman seperti emas, reksadana pendapatan tetap adalah lebih bijak. Anda bisa mempelajari tentang investasi di mikaylabinar.com  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here