Home Startup Memahami Startup, Model Bisnis dan Langkah Membangunnya

Memahami Startup, Model Bisnis dan Langkah Membangunnya

258
0
memahami startup

Mikamoney.com- Memahami startup, memilih model bisnis dan langkah-langkahnya dalam membangun suatu startup

Terdapat banyak pilihan untuk memulai usaha, orang yang memiliki jiwa kreatif dan suka tantangan biasanya cenderung untuk membuka usaha sendiri

Dan salah satu usaha yang menjadi favorit bagi generasi milenial saat ini adalah membangun bisnis startup

Mungkin kita sudah familiar mendengar istilah startup, istilah ini mengacu pada tindakan atau proses pengaturan bisnis yang tengah bergerak

Biasanya merujuk pada perusahaan rintisan atau yang baru berdiri dan masih dalam tahap pencarian pasar. Memahami startup

Apa Itu Startup!

Untuk memahami startup, David McClure, seorang pengusahan dan investor yang memiliki bisnis 500 startups mendefinisikan startup sebagai perusahaan yang belum menemukan target konsumen, produk dan cara penjualan.

Kemunculan startup bisa dilacak ke belakang sekitar tahun 1998-2000 bertepatan dengan krisis moneter global.

Pada mulanya bisnis startup hanya mengacu pada jualan jasa dan produk yang dibutuhkan banyak orang.

Namun sejak era dotcom melejit, bisnis startup semakin popular karena banyak menggunakan media internet dalam promosinya.

Oleh karena itu startup identik dengan bisnis yang berhubungan dengan teknologi, situs dan internet

Suatu perusahaan tidak selamanya bisa disebut sebagai startup karena istilah itu bersifat sementara (temporer), perusahaan disebut startup jika memiliki karakteristik, sebagai berikut:

1. Usia perusahaan belum mencapai 3 tahun

Salah satu ciri dari startup adalah perusahaannya baru berdiri, biasanya tidak lebih dari 3 tahun. Bila lebih dari batas tersebut tidak lagi disebut sebagai startup

2. Masih tahap perkembangan

Karena perusahaan yang masih tergolong baru, biasanya masih berfokus pada pengembangan produk, pencarian pasar dan jalur distribusi.

3. Dibentuk dengan pendanaan pribadi

Pada saat merintis, dana yang digunakan berasal dari kantong pribadi (bootrstapping). Biasanya didirikan oleh satu atau beberapa orang dengan menggunakan modal mandiri (belum melibatkan investor)

4.  Jumlah pegawai sedikit

Startup sebagai perusahaan rintisan yang baru berdiri biasanya memiliki jumlah pegawai yang terbatas, umumnya kurang dari 5 orang pada awal berdiri

5. Pendapatan kurang dari $100.000/tahun

Bisnis startup yang belum mempunyai pangsa pasar yang jelas atau masih dalam proses pencarian pangsa pasar secara langsung berdampak pada penghasilan.

Umumnya perusahaan startup memiliki penghasilan kurang dari $100.000/tahun

6.  Produknya berupa aplikasi dalam bentuk digital

Startup identik dengan produk aplikasi, bisnis startup biasanya bergerak dibidang teknologi dengan produk yang dihasilkan berupa aplikasi

7. Berbasis Internet

Bisnis operasionalnya berbasis internet. Perusahaan startup menggunakan jaringan internet dalam menjalankan bisnisnya karena jangkauannya yang luas tanpa dibatasi wilayah

Bisnisnya menggunakan aplikasi yang berbasis web atau mobile biasanya berupa laman situs atau aplikasi yang bisa di download di playstore android atau bisa diakses melalui website

Walapun demikian, pelayanan secara offline juga diberikan untuk meningkatkan produktivitasnya

Perusahaan tidak selamanya disebut sebagai perusahaan startup, sebuah perusahaan tidak lagi bisa disebut sebagai startup jika:

  1. Telah selesai merancang produknya dan tidak lagi dalam masa pengembangan
  2. Telah menemukan pangsa pasar atau target konsumen yang tepat, dalam hal ini sudah selesai dalam proses pencarian pasar
  3. Penghasilannya melampaui batasan startup
  4. Telah menjual saham pertamanya ke perusahaan di bursa saham

Bisnis startup masih menjadi pilihan yang menjanjikan karena semakin banyaknya pengguna internet yang terus bertambah

Dan kecenderungan orang untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan dengan mudah tanpa harus keluar dari rumah, cukup melalui internet sudah mendapatkan apa yang dibutuhkan

Elemen Penting Startup

Memahami startup, Terdapat enam elemen paling penting yang dibutuhkan dalam mendirikan startup untuk mencapai kesuksesan. Keenam elemen tersebut adalah:

1. Membentuk sebuah tim

Tim adalah aspek utama dalam pendirian startup. Pada tahap ini kalian akan belajar pentingnya membentuk sebuah tim dan cara mengembangkan sumber daya manusia yang solid

Tim yang solid, antusias dan visioner merupakan faktor yang menjadi penilaian penting bagi para investor ventura pada saat mereka akan menyertakan modal pada startup yang masih bayi

Dan tim merupakan satu-satunya aset nyata yang dimiliki startup yang masih baru berdiri

2. Menciptakan sebuah produk

Apapun bentuk dari sebuah startup pasti terdapat suatu produk yang ditawarkan kepada konsumen.

Produk inilah yang menjadi daya jual dari startup yang baru dibangun dan juga menjadi sumber pemasukan bagi startup

Oleh karena itu, produk yang dihasilkan harus memperhatikan lean startup model yaitu pendekatan pengembangan bisnis yang didasarkan pada prinsip produksi ramping  dan melihat produk dari sudut pandang konsumen

3. Melindungi keuntungan melalui paten

Seiring dengan tumbuhnya banyak startup maka perlu melindungi produk dengan hak paten,

Melindungi hak kekayaan intelektual penting untuk dilakukan di awal-awal pendirian startup bahkan penting dilindungi dengan hak paten sebelum produk diluncurkan

Banyak perusahaan mengalami kebangkrutan karena tidak bisa melindungi keuntungan kompetitif produk dan jasa mereka

Tidak sedikit perusahaan gagal karena produk atau jasa mereka ditiru oleh perusahaan lain dengan menawarkan harga kompetitif yang lebih terjangkau dengan produk yang telah di modifikasi

Oleh karena itu, perlindungan dengan hak paten untuk mencegah produk/jasa ditiru oleh perusahaan lain terutama apabila perusahaan berencana melebarkan sayap secara global

4. Memasarkan produk

Setelah produk terbentuk maka perlu di luncurkan untuk menggaet pasar. Oleh karena itu, perlu suatu strategi pemasaran dan pencitraan produk untuk menciptakan branding atau image

Pemasaran produk harus disesuaikan dengan tahap siklus hidup startup,

Dimana tahapannya dibagi dalam urutan seed (startup yang baru berdiri), awal, ekspansi dan berkembang, lalu exit (startup telah melantai di bursa saham)

Hal ini dikarenakan status produk, tim dan keuangan berubah disetiap tahapannya

5. Mengembangkan strategi pembiayaan

Tahap ini berkaitan dengan penggalangan dana untuk mengembangkan startup lebih besar.

Apa tujuan penggalangan dana dan berapa banyak uang yang harus didapatkan serta darimana sumber dananya harus jelas

Oleh karena itu, terdapat beberapa cara untuk mendapatkan dana segar tersebut diantaranya dengan cara menawarkan saham dan stock option bagi investor

6. Membentuk strategi exit

Exit merupakan tahap paling penting dalam siklus kehidupan sebuah startup. Oleh karena itu, kebanyak startup Silicon Valley mendesain strategi exit mereka dari awal

Exit disni berkaitan dengan IPO (Initial Public Offerings) atau penawaran saham kepada public melalui bursa saham

Selain itu exit juga berkaitan dengan Merger dan Akuisisi (M&A).

Model Bisnis Startup

Setelah kita mengenal apa itu startup, saatnya untuk memahami startup berikut model bisnis startup yang cocok bagi kalian jika ingin berkecimpung di dalamnya.

Jika ingin memulai mendirikan startup, pilihlah model bisnis yang memang benar-benar sesuai dengan ‘”hoby”, karena jika melakukan sesuatu berdasarkan hoby maka segala rintangan akan bisa diatasi.

Pada awal memulai sesuatu biasanya butuh fokus dan pengorbanan yang lebih dibanding biasa yang kalian lakukan sebelumnya tetapi kalau dilakukan dengan tekun dan sabar maka kesuksesan akan kalian raih

Terdapat beberapa model bisnis startup yang bisa dijadikan acuan dalam arah bisnis, diantaranya sebagai berikut:

1. Freemium

Model ini memberikan layanan versi terbatas kepada pengguna, dengan kata lain membiarkan pengguna untuk menggunakan produk secara gratis namun dengan fitur terbatas.

Jika ingin versi lengkap maka diberikan layanan premium agar pengguna bisa menggunakan produk secara penuh.

Misalnya: produk anda antivirus, produk tersebut bebas digunakan siapa saja namun dalam versi terbatas jika ingin mendapatkan versi lengkapnya maka bisa di upgrade ke premium berbayar.

Supaya pengguna tertarik menggunakan versi premium maka harus diberikan fitur dan layanan yang lebih dalam versi premium dan juga harus ditampilkan informasi perbedaan antara versi free dan premium  

2.  Marketplace

Cara kerja model ini dengan cara mempertemukan pihak penjual dengan pembeli melalui layanan yang anda buat.

Biasanya model seperti ini melibatkan banyak pihak penjual untuk bergabung dalam aplikasi yang kita buat sehingga memudahkan pembeli dalam mencari barang yang dibutuhkan dengan harga yang sesuai.

Dengan model marketplace seperti ini baik penjual atau pembeli mendapatkan kemudahan dalam bertransaksi tanpa harus bertatap muka secara langsung.

3. Subscription

Model bisnis ini dengan cara berlangganan, dimana konsumen membayar untuk menikmati/menggunakan produk yang kita tawarkan dalam jangka waktu tertentu.

Misalnya: berlanggan koran digital, untuk membaca berita secara penuh dan uptodate konsumen harus subscription dengan membayar biaya langganan untuk periode sebulan atau tiga bulan atau setahun dan lain sebagainya

4. Layanan on-demand

Model bisnis ini memberikan layanan sesuai dengan permintaan konsumen.

Misalnya: aplikasi ojek, selain menawarkan layanan transportasi juga menawarkan antar jemput makanan dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Dengan memahami startup dan model bisnisnya maka kita bisa mengarahkan usaha yang akan kita bikin menggunakan model bisnis yang sesuai.

Misalnya startup anda berbasis enews menawarkan layanan informasi berita maka bisa menggunakan model subscription atau juga bisa menggunakan model freemium,

Begitupun jika model startup anda berbasis ecommerce bisa menggunakan marketplace.

Potensi mendirikan startup kedepan masih terbuka lebar karena pengguna internet semakin banyak dan segala sesuatunya bisa kita kemas dan tawarkan melalui internet.

Teknologi yang semakin berkembang memudahkan orang untuk mendapatkan sesuatu hanya melalui layanan internet yang bisa di akses melalui laptop atau smartphone.

Langkah Membangun Startup

Hampir semua orang Indonesia memiliki smartphone yang bisa digunakan untuk mengakses internet dan bahkan banyak rumah yang memasang layanan internet.

Orang bisa jualan dan bekerja dari rumah tanpa harus pergi ke kantor atau rumahnya dijadikan kantor, begitupun orang bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan tanpa harus keluar dari rumah.

Selain memahami startup dan model bisnisnya, menemukan ide yang bagus untuk startup juga diperlukan. Banyak ide-ide yang bisa dieksplore untuk dijadikan startup, mengenai ini kita bahas di sesi selanjutnya.

Langkah yang perlu kita perhatikan dalam membangun startup, sebagi berikut:

1. Ide

Dimulai dengan ide, setelah anda menemukan ide yang bisa anda dapatkan dari pengalaman, bisa juga mencontoh dan memodifikasi dari ide orang lain, atau juga bisa melalui imajinasi dan mimpi maka ide tersebut tinggal diwujudkan

Baca juga: Ide bisnis startup yang bisa dikembangkan

2. Visi

Tentukan visi kedepannya, visi ini yang akan mengarahkan ide anda sehingga startup yang anda bangun bertahan lama dan memiliki arah yang ingin dicapai secara jelas

3. Innovation

Inovasi diperlukan dalam mewujudkan ide. Inovasi inilah yang menentukan kesuksesan persaingan dalam dunia bisnis.

Inovasi bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi baru atau bisa juga melakukan inovasi pada produk dan marketing. Inovasi ini tidak boleh berhenti dan harus dilakukan secara dinamis

4. Model bisnis

Pilih model bisnis  yang sesuai dengan startup anda, terdapat beberapa jenis model bisnis yang bisa dijadikan acuan seperti yang dijelaskan diatas   

5. Repeatable

Artinya bisnis startup anda tidak hanya sekali pakai namun bisa digunakan secara berulang-ulang, bisnis yang seperti ini menjadikan konsumen “ketagihan” atau memiliki ketergantungan kepada layanan startup anda

6. Scalable

Startup anda berpotensi dan bisa dikembangkan lebih besar lagi sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih besar

7. Funding

Pendanaan atau modal, tentukan modal atau dana yang ingin digunakan dalam mendirikan startup.

Strategi Promosi startup

Setelah melakukan riset dan melepas produk kepasar, langkah selanjutnya yaitu mempromosikan produk dari startup kita agar lebih dikenal luas oleh publik.

Memahami startup berarti juga memahami strateginya. Terdapat berbagai macam strategi promosi yang bisa dijadikan pilihan dalam mempromosikan startup kita, antara lain seperti  berikut ini:

1. Media

Media merupakan sarana yang bisa dijadikan opsi utama dalam memperkenalkan startup kita. Fungsi utama dari media adalah menyebarkan berita oleh karenanya mereka butuh bahan yang bisa dijadikan berita agar beritanya terus terupdate.

Kita bisa menggandeng pihak media dengan cara memberikan bahan yang berkaitan dengan startup kita untuk dijadikan bahan berita di media, dan tentunya berita yang ditampilkan bersifat positif dan sesuai dengan yang ada

2.  Membuat video promo

Masih berkaitan dengan media, namun lebih fokus ke video promosi. Video yang menarik akan mencuri perhatian konsumen, buatlah video yang kreatif agar tidak bosan dilihat oleh konsumen.

Video ini bisa disebarkan melalui media social yang ada bisa melalui youtube, web, instagram dan lain sebagainya.

3. Komunitas

Menjadi anggota komunitas juga sebagai alternatif dari media promosi, komunitas disini bisa berupa forum diskusi, komunitas pecinta startup dan lain sebagainya.

Selain untuk memperluas jaringan juga sebagai sarana dalam  memperkenalkan startup kita

4. Customer to customer

Pendekatan ini lebih tepatnya pendekatan pribadi atau istilahnya pendekatan dari mulut ke mulut. Memperkenalkan startup kita dari teman ke teman dari tetangga ke tetangga dan lain sebagainya

5. Endorsement

Cara lain memperkenalkan startup bisa dengan memanfaatkan ketenaran seseorang sebagai media promosi.

Misalnya seseorang yang memiliki jumlah follower media social yang banyak dan sering aktif di media social, bisa juga dari kalangan artis atau person yang sering tampil di media

6. Beri sesuatu yang gratis

Sebagai langkah untuk menarik perhatian konsumen, beri sesuatu yang sifatnya gratis atau berikan promo yang sekiranya menarik untuk dimiliki konsumen, dengan cara itu konsumen akan mengingat atau paling tidak mengenal startup kita

7. Ikut kompetisi atau menggelar even

Mengikuti kompetisi dan menggelar event juga sebagai langkah promosi untuk memperkenalkan startup kita, biasanya kompetisi dan event diliput oleh banyak media. Dengan demikian startup akan lebih dikenal oleh public.

Apakah belum terlambat terjun ke bisnis startup?

Jika kalian bertanya, apakah tidak telat untuk terjun ke bisnis startup sekarang? Jason Lamuda, Co-Founder Disdus menjawabnya tidak

Menurut Jason, pasar Indonesia masih sangat muda. Kesempatan masih terbuka lebar bagi anak-anak muda generasi milenial untuk terjun di dunia startup

Statistic pengguna internet Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Menurut data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII)

Jumlah pengguna internet di Indonesia hingga kuartal II/2020 mencapai 196,7 juta atau 73,7 persen dari populasi. Jumlah ini bertambah sekitar 25,5 juta pengguna dibandingkan tahun lalu.

Dan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan infrastruktur jaringan internet yang semakin baik ditunjang dengan pengguna smartphone yang semakin banyak

Selalu ada celah untuk pangsa pasar bisnis startup, bahkan untuk produk bisnis yang sama dengan yang sudah ada

Bayangkan 100 juta orang Indonesia memilik akses ke internet, tentu ini merupakan pangsa pasar yang potensial dalam bisnis startup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here