Home Startup Memahami Manajemen Keuangan Startup

Memahami Manajemen Keuangan Startup

83
0
memahami manajemen keuangan startup
Photo by RODNAE Productions from Pexels

Mikamoney.com– Salah satu bagian yang perlu diperhatikan pada saat kalian mendirikan startup adalah manajemen keuangan. Ini penting, karena dari laporan keuangan kalian bisa mengetahui kondisi perusahaan startup yang kalian jalankan

Terdapat 4 hal yang perlu diketahui dalam manajemen keuangan startup, yaitu: Laporan Keuangan, Rasio dan Analisis Finansial, Cash Flow & Capital Budgeting, dan Cost Volume Profit Analysis. kita akan bahas dalam beberapa bab dan di mulai dari laporan keuangan terlebih dahulu

Laporan keuangan

Laporan keuangan dibuat untuk mengetahui secara pasti bagaimana keadaan keuangan dan kinerja operasi dari startup selama periode tertentu, misalnya kondisi keuangan startup dalam periode satu tahun

Laporan keuangan di Indonesia memiliki standard format baku yang disebut PSAK ( Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)

Terdapat dua tujuan dalam membuat laporan keuangan yaitu untuk mengetahui posisi keuangan startup dengan membuat laporan neraca, dan untuk mengetahui kinerja operasi dalam satu periode dengan membuat laporan laba-rugi, laporan arus-kas, dan laporan perubahan modal

1. Laporan Neraca

Laporan keuangan pertama yang mesti dibuat adalah laporan neraca atau disebut balance sheet. Laporan ini menggambarkan berapa besar total aset atau kekayaan yang dimiliki startup

Pada saat kalian mendirikan startup maka kalian perlu aset yaitu tanah dan bangunan tempat kantor, aset persediaan barang yang kalian jual, dan sebagainya

Aset ini kalian dapatkan dengan melakukan pembelian menggunakan modal atau ekuitas dari pemegang saham(pemilik startup/kalian sendiri). Modal ini dapat juga berasal dari pinjaman bank berupa kewajiban (liabilitas) yang harus dikembalikan dalam waktu tertentu

Dana yang dikumpulkan dari modal atau pinjaman bank dipakai untuk membeli aset dengan tujuan untuk menghasilkan penjualan yang akan mendatangkan keuntungan untuk startup kalian

Untuk membuat laporan neraca, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  1. Aset apa yang dimiliki startup kalian?
  2. Berapa utang dari startup kalian? (jika kalian meminjam ke bank atau kepihak lain)
  3. Berapa nilai kekayaan startup kalian ( jumlah kekayaan ini adalah aset yang startup kalian punya dikurangi dengan utang startup)

Untuk lebih jelasnya, kita kasih gambaran dalam sebuah contoh. Dalam contoh ini kita gunakan nama startup fiktif

Startup GBox.Inc Neraca Keuangan Per 31 Desember 2020 (Juta Rupiah)
Aset Tetap (Fixed Asset):89
Aset Lancar (Current Asset):38
Total Aset:127
   
Dikurangi :  
Current Passiva:-35
Pasiva Jangka Panjang:-25
   
NET ASSET:67
   
Dana:28
Cadangan:39
Dana Pemilik Saham:67

Membuat laporan neraca diawali dengan membuat daftar seluruh aset yang dimiliki baik berupa aset tetap maupun aset lancar.

Aset tetap adalah aset yang mempunyai manfaat lebih dari 12 bulan. Sedangkan aset lancar adalah aset kekayaan yang diharapkan bisa dikonversi menjadi kas dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan

Misalnya, kalian membeli komputer dengan tujuan digunakan dan diambil manfaatnya dalam jangka lebih dari 12 bulan, komputer ini bisa disebut sebagai aset tetap bagi startup kalian. Namun apabila, komputer ini dibeli dengan tujuan untuk dijual kembali sebelum 12 bulan maka komputer menjadi aset lancar

Selanjutnya adalah Pasiva

Pasiva adalah kewajiban atau utang yang kamu miliki, baik yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun atau lebih dari 1 tahun

Pasiva lancar ( current passiva) adalah utang yang harus segera dikembalikan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Sedangkan yang lebih dari satu tahun disebut pasiva jangka panjang

Utang disini bukan hanya pinjaman uang melainkan juga utang dagang seperti kalian mengambil barang persediaan untuk dijual kembali dengan pembayarannya dibayar kemudian dalam waktu tempo tertentu maka ini juga masuk dalam kewajiban lancar atau current passiva

Keterangan dari Tabel Diatas adalah:

Total aset yang dikurangi dengan total pasiva maka itulah nilai kekayaan startup kalian. Untuk startup GBox.Inc  di dapatkan aset netto sebesar 67 juta rupiah

Dana dalam laporan tersebut adalah modal atau ekuitas yang dimiliki oleh startup ketika memulai startup tersebut

Cadangan adalah laba ditahan dari keuntungan tahun sebelumnya yang tidak dibagikan kepada pemilik saham, tetapi disimpan di dalam kas startup

Apabila di total antara dana dan cadangan akan didapatkan total dana pemilik saham, yaitu total dana atau modal pendiri startup tersebut

2. Laporan Laba-Rugi

Laporan ini digunakan untuk mengetahui apakah bisnis startup kalian untung atau rugi. Secara sederhana, keuntungan dalam satu periode adalah penjualan dalam satu periode dikurangi pengeluaran dalam satu periode yang sama

Sebagai contoh:

Startup GBox.Inc Laporan Laba-rugi Tahunan Berakhir Per 31 Desember (Juta Rupiah)
Penjualan:50
Dikurangi : Biaya penjualan:-75
Laba kotor:75
Dikurangi: Biaya operasional:-45
Laba Operasional:30
Dikurangi: Bunga:-3
Dana Pemilik Saham:67
Laba Sebelum Pajak:27
Dikurangi: Pajak:-5
Laba bersih setelah pajak:22
Dikurangi: Dividen:-6
Laba Ditahan:16

Keterangan

Laporan laba-rugi dimulai dari angka penjualan. Penjualan adalah seluruh transaksi penjualan/jasa dalam waktu satu tahun (1 januari – 31 desember 2020). Penjualan ini dibukukan baik saat dibayar tunai maupun kredit, jika pembayaran dilakukan secara tempo

Biaya penjualan adalah seluruh biaya untuk menyediakan barang atau jasa yang kamu jual dalam satu periode. Jika kamu beli buku sebanyak 100 eksemplar, tetapi yang terjual baru 60 eksemplar maka biaya penjualannya adalah biaya pembelian 60 buku. Adapun sisanya 40 buku belum dimasukkan kedalam biaya penjualan

Laba kotor didapat dari pengurangan penjualan dengan biaya penjualan.

Biaya operasional adalah biaya untuk menjalankan startup sehari-hari, seperti biaya gaji karyawan, biaya listrik, internet dan lain-lain

Laba operasional didapatkan dari laba kotor dikurangi biaya operasional

Untuk mendapatkan laba bersih maka laba kotor dikurangi biaya operasional, bunga pinjaman dan pajak

Laba bersih setelah pajak adalah keuntungan akhir periode yang akan dibagikan sebagai dividen kepada pemilik saham startup yaitu kalian sendiri jika belum ada pemilik saham lain

Jika laba ini dibagikan dalam jumlah tertentu maka sisanya ditahan sebagai cadangan dana untuk operasional startup ditahun berikutnya, oleh karena itu cadangan ini dinamakan laba ditahan

3. Laporan Arus-Kas

Berhasil mendapatkan keuntungan saja tidaklah cukup jika ingin lancar maka diperlukan arus kas yang lancar untuk menjalankan aktivitas kalian

Laporan arus kas adalah seluruh penerimaan kas selama satu periode dikurangi pengeluaran kas selama satu periode

Laporan arus kas ini menunjukkan jumlah kas yang tersedia untuk membayar pengeluaran kalian. Beberapa startup membuat laporan arus kas secara berkala dan banyak juga yang membuat laporan arus kas harian untuk memastikan bahwa selalu ada kas yang tersedia untuk membiayai pengeluaran yang telah disetujui

Startup GBox.Inc Laporan Arus Kas Tahunan Berakhir Per 31 Desember (Juta Rupiah)
Penerimaan kas:75
Dikurangi : Pembayaran kas:-45
Arus Kas Netto:30
Ditambah: Kas awal:20
Kas Akhir:50

4. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal menunjukkan perubahan modal yang terjadi di dalam startup kalian dalam kurun waktu tertentu

Dari laporan laba-rugi kita mendapatkan informasi tentang keuntungan dan sebagian keuntungan ditahan. Secara otomatis dalam laporan perubahan modal, keuntungan ini akan mengubah komposisi modal dari startup kalian

Sebagai contoh:

Startup GBox.Inc Laporan Perubahan Modal Tahunan Berakhir Per 31 Desember 2020 (Juta Rupiah)
Modal Awal:100
Laba bersih:22
Dikurangi: Pengambilan pribadi owner:-6
Penambahan modal:16
Modal Akhir:116

Dengan memahami laporan keuangan startup maka kalian bisa menentukan arah kedepan tentang tindakan apa yang akan dilakukan dalam mengembangkan bisnis startup kalian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here