Home Kolom Bawean dan Islam di Negeri Kanguru (Bagian 2)

Bawean dan Islam di Negeri Kanguru (Bagian 2)

17

PERAN ORANG BAWEAN (BOYAN) DALAM MEMBINA KEISLAMAN DI AUSTRALIA (Bagian 2)
Oleh: A. Fuad Usfa

2. Islam Mulai Masuk di Australia
Sebagaimana telah disinggung di muka, bahwa orang-orang nelayan bugis makassar datang ke Australia pada paruh abad XVII.

Mereka mengembara dengan perahu layar untuk mencari tripang di teluk Carpentaria. Mereka bergaul dan bahkan berbaur dengan penduduk asli. Jejak mereka dapatlah dikenali dari pengaruhnya terhadap seni, budaya organisasi dan agama mereka.

Pada tahun 1860 orang-orang muslim dari Afghanistan masuk daratan Australia melalui para penunggang unta yang sengaja didatangkan.

Sebagai penghargaan bagi jasa mereka diabadikan dengan pemberian nama pada lintasan kereta api utara-selatan (South-North Railway) dengan nama ‘The Ghan’ , yaitu sebagai kependekan dari ‘The Afghanistan’.–Sebagaimana kita sama fahami, bahwa tradisi orang barat selalu menyingkat nama, baik nama wilayah, orang dll, misalnya nama Indonesia menjadi Indo, Australia menjadi Ozzie, Victoria menjadi Vic dan seterusnya–.

Pada tahun 1905 orang-orang Afghanistan itu bersama dengan orang-orang saudagar India membina masjid di pusat kota Perth Australia Barat. Masjid inilah yang merupakan masjid pertama di Australia Barat.

Memasuki abad XX terdapat banyak pendatang muslim dari Libanon, Turki, Albania, Bosnia dan Hecegouvina, Indonesia, Malaysia serta orang-orang islam dari Afrika.

Menurut sensus 2006 terdapat 340.392 jiwa penduduk muslim Australia, dengan rincian, New South Wales 50%, Victoria 33%, Western Australia 7%, Queensland 5%, South Australia 3%, Australia Capital Territory 1%, Northhern Territory dan Tasmania 0,3%. Pada saat ini penduduk muslim Australia terdiri dari sekitar 60 etnik.

Pembinaan Islam secara intensif dengan merujuk pada normatif islam baru mulai saat masuknya orang-orang islam Afghanistan bersama pula dengan saudagar India, sedang pada saat masuknya orang-orang islam melalui nelayan Bigis-Makassar tidak dijumpai.

Baca juga : Bawean dan Islam di negeri Kanguru (bagian 1)

Dengan banyak masuknya orang-orang islam dari berbagai negara memasuki abad XX telah menyebabkab terbinanya kehidupan keberagamaan secara intensif di kalangan orang-orang islam, masjid-masjid dibangun di mana-mana diiringi dengan pengajaran-pengajaran keislaman,sekolah-sekolah islam didirikan, rumah makan-rumah makan halal terdapat di mana-mana, ritual-ritual keagamaan tersebar di mana-mana.

Australian Federation Islamic Council sebagai organisasi Islam tingkat pusat beserta organisasi di tingkat bawahnya dibentuk.

Di Western Australia yang berpenduduk muslim sekitar 24.000 terdapat sedikitnya 16 buah masjid, 5 buah sekolah Islam (Islamic school) dan berpuluh-puluh rumah makan halal. Wanita-wanita Islam dengan pakaian jilbab dari berbagai etnik dijumpai di mana-mana.
(BERSAMBUNG; Bawean..)

#Diangkat dari tulisan saya (Gosnells WA, 24 Juli 2008), telah diupdate seperlunya. Adapun berkenaan dengan data populasi umat Islam di Australia serta prosentasenya masih belum diupdate, demikian juga jumlan masjid dan sekolah.
Untuk dipahami bahwa saat ini populasi umat Islam di Australia berjumlah sekitar 476.291 jiwa.

(Cannington WA, 24 Mei 2020)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here