Home Lainnya Kematian Yang Tidak Perlu Ditakutkan

Kematian Yang Tidak Perlu Ditakutkan

101
0
kehidupan setelah kematian

Mikamoney.com– Setiap manusia akan mengalami kematian yakni matinya jasad fisik yang terdiri dari tulang dan daging yang unsurnya berasal dari tanah dan akan mengurai kembali ke tanah.

Pada dasarnya tidak ada yang namanya kematian karena jiwa manusia tetap hidup selamanya, yang ada hanyalah perpindahan dari alam benda menuju alam astral

Alam benda yang berupa tiga dimensi termasuk raga tubuh kita bagian darinya, semuanya akan ditinggalkan dan tidak berguna lagi jika jiwa telah meninggalkannya.

Tubuh manusia bukan hanya terdiri dari raga fisik tulang dan daging saja tetapi terdapat beberapa tubuh lainnya yakni tubuh etheric. Tubuh inilah yang menggerakan tubuh fisik selama di dunia termasuk keinginan dan harapan

Jika anda perhatikan, apakah keinginan dan pikiran anda berasal dari otak dan kepala anda ? bukan, keduanya hanya berupa sarana saja.

Pikiran anda sesungguhnya berasal dari tubuh etheric  yang menjadi sumber ‘listrik’ otak anda hingga dapat berpikir di dunia benda.

Ketika seseorang mati, maka pikiran itu tidak butuh lagi sarana benda namun tetap bisa berpikir sebagaimana layaknya di dunia benda

Tubuh fisik dan tubuh etheric manusia dihubungkan oleh benang kehidupan, ketika benang itu putus maka tubuh etheric tidak bisa lagi menyatu dengan tubuh fisik dalam kondisi seperti inilah manusia secara klinis dinyatakan telah meninggal

Banyak kejadian dimana orang telah divonis mati secara klinis namun kembali hidup yang dinamakan sebagai mati suri, kondisi seperti ini terjadi karena tubuh etheric manusia keluar dari tubuh fisiknya namun benang kehidupannya belum terputus sehingga tubuh ethericnya bisa kembali menyatu dengan tubuh fisiknya

Pada saat manusia berada diakhir hayatnya apa yang telah dilakukan selama hidupnya terekam dalam otaknya dan teringat kembali semuanya,

jika manusia ikhlas dengan apa yang terjadi dan dirinya tidak terikat dengan sesuatu apapun di dunia termasuk kekayaan benda dan anak cucunya maka dia akan mengalami kematian seperti tidur yang menyenangkan

Pada kondisi di akhir hayatnya, manusia akan melihat orang-orang yang dicintainya datang menjemputnya kedua orang tua dan neneknya yang telah mendahului terlebih dahulu akan datang menghibur dan menjemputnya.

Dalam keadaan seperti ini, belief system atau keyakinan yang diyakinannya selama hidupnya juga berpengaruh terhadap apa yang dilihatnya.

Jika dia mempercayai nabi Isa maka nabi Isa yang akan datang, jika dia mempercayai nabi Muhammad, guru spiritualnya dan lainnya maka itulah yang akan datang memandu dalam perjalanan selanjutnya

Ketika manusia terbaring, tubuh ethericnya keluar dari tubuh fisiknya namun masih berada disekitar tubuh jasad fisiknya.

Mereka masih bisa melihat dan mendengar orang yang berada disekililing jasad tubuh fisiknya, butuh beberapa saat untuk menyadarinya bahwa dirinya telah meninggal.

Tubuh etheric seperti inilah yang sering dilihat oleh orang ketika seseorang baru saja meninggal. Ini bukan hantu atau jin, tapi tubuh etheric dari orang yang baru saja meninggal,

tubuh ini memiliki bentuk dan rupa sama seperti tubuh fisik ketika didunia, ini bukan hantu dan tidak perlu ditakuti karena kita semua akan mengalami fase seperti itu

Kita tidak perlu takut mati karena kematian ini pasti akan kita lalui, Beacon pernah menulis: ”Sebagaimana anak-anak kecil takut dengan kegelapan, begitu pula orang dewasa takut dengan kematian”.

Kita selalu takut akan hal-hal yang tidak kita ketahui. Kita tidak tahu apa yang terjadi saat kematian atau setelah kematian, maka kita takut mati. Dalam bayangan kita, malaikat pencabut nyawa selalu menyeramkan, dan tindakannya kita anggap menakutkan

Kematian sama seperti berpindah rumah, ketika bunda Sharda menanggapi kematian suaminya, Shri Ramakrishna Paramahansa seorang mistikus India.

Pada mulanya ia pun ingin mengikuti tradisi india dan memecahkan gelang tangan sebagai tanda duka. Berat rasanya melepaskan gelang kecil yang dipakainya sejak masih gadis, ia pun bergegas mengambil palu untuk memecahkannya.

Tiba-tiba ia mendengar suara suaminya, Shri Ramakhrisna: “Sharda apa yang kau lakukan ? aku tidak mati, aku hanya berpindah tempat saja!”

Ia terkejut, menoleh kebelakang dan melihat sosok Ramakhrisna yang sudah meninggal malam sebelumnya.

Banyak diantara kalian yang mungkin tidak bisa menerima cerita-cerita tentang penampakan arwah seperti dalam kejadian antara Shri Ramakhrisna dan Sharda Devi, sesungguhnya banyak sekali kisah serupa yang terjadi

Flammarion, seorang ilmuwan sekaligus astronom dari Perancis dalam bukunya Urania, ia bercerita tentang kawannya, Spero.

Ia mengaku melihat Spero setelah kematiannya: “ Sungguh menakjubkan, aku menjerit, Spero!” ya dia memang Spero. Dan Spero bertanya dengan suaranya yang khas, lembut dan tidak dapat diragukan lagi, “Apakah aku menakutkan kamu?

ia tersenyum, dan senyumannya pun khas Spero. Aku menyentuh wajahnya, badannya dan memperoleh sensasi yang sama seperti yang pernah kuterima saat ia masih hidup.”

Mereka berdua sempat berbincang-bincang tentang ‘alam sana’. menurut Spero:”Jiwa yang sudah bebas dari badan kasat melampaui ruang dan waktu..manusia sesungguhnya menentukan nasibnya sendiri..tujuan manusia ialah kebebasan- ya, kebebasan sempurna dari dunia benda, setelah itu jiwa manusia memasuki kehidupan rohani”.

Kisah lain yang tak kalah menarik adalah tentang penampakan arwah Ibu Ajagaonkar, istri dokter Ajagaonkar, seorang dokter mata. Istri sang dokter meninggal pada tanggal 7 Juni 1952, karena penyakit kanker.

Pada malam yang sama setelah jasadnya diperabukan, ia menampakkan diri pada salah seorang saudaranya. Bapak R.G Samant, seorang pengacara di Mumbai.

Ia melihat adiknya yang telah mati, dan penampakan itu jelas sekali, dalam keadaan jaga, bukan dalam mimpi. Ia mempersilahkan adiknya duduk, dan menyentuh lengannya untuk meyakinkan bahwa dirinya tidak mimpi

Ternyata, saat ajal tiba, Ibu Ajagaonkar tengah menjalani puasa. Puasa semacam itu telah dilakukannya selama 25 tahun berturut-turut, dan pada hari ia meninggal, ia tidak sempat lagi membuka puasanya. Maka ia meminta bantuan saudaranya untuk menyiapkan secangkir kopi baginya.

Samant, menyiapkan kopi tanpa susu, karena tidak dapat memperoleh susu dirumahnya. Sungguh aneh, Ibu Ajagaonkar tahu persis dimana ada susu di rumah itu.

Kemudian sebelum lenyap tanpa bekas, ia meminta kepada saudaranya agar kopi susu yang dibuatnya itu diminum oleh saudaranya. Menurut ia, ibadah puasa yang biasa dijalaninya dapat diselesaikan oleh saudaranya dengan cara itu.

Di lain waktu ibu AJagaonkar juga memberi tahu bapak Samant bahwa istrinya akan mengandung dan mempunyai anak padahal istri bapak Samant mandul dan tidak lama setelah itu istrinya yang mandul tersebut hamil, dan dokterpun terheran-heran.

Saat kematian, kita sungguh tidak sendiri. Banyak yang hadir untuk meyambut kita. Seorang wanita yang cukup lama dalam keadaan koma.

Saat ajal tiba, ia duduk tegak dan berteriak girang: “Bunda…bunda…lihat betapa cantiknya ibuku!”. Salah seorang putranya memeluk dia tetapi ia tetap saja menyebut nama ibunya: “izinkan aku pergi. Ibu telah datang menjemputku..” kemudian ia menghembuskan nafasnya yang terakhir

Kematian hanyalah sebuah pintu, sebuah jembatan, antara dunia benda dan alam astral. Mereka yang sudah mendahului kita dan saat ini berada di alam sana selalu mengingatkan kita bahwa kehidupan di dunia hanyalah persiapan bagi kehidupan berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here