Inovasi Untuk Organisasi dan Startup

  • Share
inovasi untuk organisasi dan startup

Mikamoney.com– Inovasi untuk organisasi dan startup perlu dilakukan agar startup tetap dinamis.

Orang sering takut mendengar kata “inovasi”, seolah-olah untuk menjadi inovator seseorang dituntut harus mengeluarkan ide-ide cemerlang dan gilang-gemilang yang sama sekali belum pernah ada sebelumnya seperti ketika manusia menemukan roda untuk memindahkan benda berat pada zaman batu, inovasi tidaklah harus seinventif itu.

Inovasi juga bukan sekadar menggunakan alat dengan teknologi paling canggih atau paling mutakhir serba komputer

Inovasi untuk organisasi atau startup pada dasarnya adalah menemukan cara-cara baru dari hal-hal yang sudah menjadi rutinitas.

Inovasi sebenarnya adalah menceburkan diri, mengulik, mengotorkan tangan dalam proses bisnis dan berpikir tentang apa yang bisa diperbaharui dan peluang apa yang bisa diambil dengan bermodalkan pengalaman, pengetahuan dan jejaring yang ada

Proses ini harus dilakukan semua jajaran dalam organisasi atau startup mulai dari pucuk pimpinan hingga karyawan terbawah, mulai dari Chief Executive Officer (CEO) hingga office boy.

Budaya perusahaan harus menjadi budaya yang ramah teknologi baru sehingga semua orang antusias mencoba dan belajar menikmatinya

Banyak kita jumpai inovasi yang terjadi belakangan ini adalah inovasi disruptif (Disruptif Innovation), istilah ini dicetuskan oleh Clayton Christensen  dalam bukunya The Innovator’s Dillema (1997).

Inovasi disruptif pada dasarnya adalah inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut. Inovasi ini bersifat lompatan beberapa tahun kedepan

Selain itu, terdapat pula istilah Adjacent Innovation, yang merupakan perubahan selangkah kedepan dan tentunya lebih mudah dilakukan.

Sementara itu, upaya memperbaiki apa yang sudah kita lakukan dengan menciptakan cara baru, bentuk inovasi ini disebut Sustaining Innovation

Kita bisa memilih inovasi apa yang harus dilakukan sesuai dengan kemampuan kita, yang penting tetap berniat untuk berinovasi setiap saat.

Situasi yang sering kita hadapi harus bisa membuat kita merasa bahwa inovasi adalah hal yang amat sangat mendesak dan tak bisa lagi ditunda-tunda

Percayalah bahwa setiap perusahaan bisa berinovasi dan terus berkembang, jatuh bangun merupakan bagian dari inovasi.

Kadang startup yang baru menjalankan bisnisnya beberapa tahun sering terkecoh dan berpegang pada kebiasaan berfokus kepada para pelanggan yang menjadi pasarnya saat ini, padahal mereka sudah bertumbuh, berkembang dan juga menua

Kita bisa membagi pasar menjadi tiga golongan, yaitu pasar yang sudah kita kenal dan layani, pasar yang kita kenal tetapi belum terlayani, dan yang lebih penting pasar yang sama sekali baru.

Kadang, untuk menjadi inovatif dan menghasilkan inovasi diperlukan dana yang tidak sedikit, untuk menjadi inovatif tidak bisa sekadar berbeda, perlu juga memikirkan masalah genting apa yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, masalah ini harus didefinisikan dengan benar

Tanpa mendefinisikan masalah dengan baik, kita akan bertindak ngawur dan membuang energy. Jeff Bezos pendiri Amazon, mengatakan bahwa inovasi dikembangkan melalui dua jalur. Yaitu:

  1. Jalur massal yang berlaku sehari-hari. setiap karyawan tidak pernah boleh berpuas dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja yang sudah berlaku sekarang. Mereka harus terus menanyakan perbaikan apa yang bisa dilakukan. Ini berlaku untuk semua jajaran dan semua bagian
  2. Jalur keahlian. Para ahli yang bekerja di Amazon perlu menggali dan mengembangkan terus keahlian mereka. Untuk menghasilkan ide-ide segar para ahli ini diharuskan berpasangan dengan para lulusan baru. yang muda belajar dari yang berpengalaman dan yang sudah ahli mendapatkan perspektif yang segar dan muda dari partnernya. Menurut Bezos cara ini menghasilkan hasil yang luar biasa

Steve Jobs mengatakan creativity is just connecting things persilangan dari berbagai pemikiran merupakan landasan berpikir baru untuk kemudian memperbaiki cara-cara lama, dan bahkan menemukan terobosan.

Dunia bisnis saat ini sangat dinamis sehingga saat kita memutuskan untuk berhenti mengambil risiko, seketika itu pulalah kita mulai tertinggal.

Inovasi bukan berarti selalu menemukan hal baru yang orisinal. Melakukan hal-hal lama dengan cara baru dan efisien pun sudah tergolong inovasi.

Kita tidak bisa hanya membahas teknologi baru dan membuat berbagai wacana tanpa ikut terjun di dalamnya. Kita perlu menelaah dan memainkannya sampai bisa menguasainya. Yang jelas, inovasi membutuhkan keterlibatan langsung oleh manusianya bukan sekedar wacana.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *