Home General The Theosophical Society dan Teori Relativitas Enstein

The Theosophical Society dan Teori Relativitas Enstein

48
kantor pusat theosophical society international di Adyar, Madras India

Mikamoney.com– Theosophical Society merupakan sebuah organisasi atau perkumpulan spiritual dan esoteric yang didirikan di New York, Amerika Serikat, pada November 1875 oleh Madame Helena Petrovna Blavatsky dan Henry Steel Olcott.

Setelah beberapa tahun kemudian mereka pindah ke India dan mendirikan markas internasional theosofi di Adyar, Madras, India.

The Theosophical Society bukanlah organisasi politik, asal kata theosofi berasal dari bahasa yunani: theos (tuhan) dan Sophia (kebijaksanaan), oleh karenanya theosofi diartikan sebagai kebijaksanaan atau kearifan ilahi.

Kaum theosofi sendiri berusaha untuk memahami misteri alam semesta yang menyatukan alam semesta, manusia dan tuhan.

Tujuan dari studi theosofi adalah untuk mengeksplorasi asal-usul ketuhanan, kemanusiaan dan dunia untuk menemukan gambaran yang koheren tentang tujuan dan asal-usul alam semesta.

Theosofi berusaha menyatukan semua agama -agama yang ada dalam sebuah ‘kesatuan hidup’  yang selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan

Sedangkan Tujuan dasar dari organisasi ini yaitu:

  1. Membentuk inti persaudaraan universal umat manusia tanpa membedakan ras, suku bangsa, agama, jenis kelamin, kasta atau warna kulit
  2. Mendorong studi perbandingan antara berbagai agama, filsafat dan ilmu pengetahuan
  3. Menyelidiki hukum-hukum alam yang tak dapat dijelaskan serta kekuatan laten atau potensial yang ada dalam diri manusia

Beberapa tokoh dari organisasi ini yang terkenal seperti Charles Webster Leadbeater (1854-1934) yang dianggap sebagai penyelidik okultisme utama dalam The Theosophical Society,

Annie Besant (1847-1933) yang menjadi presiden The Theosophical Society International kedua. Selain itu ada juga Jiddu Murti, Geofrey Hodson dan Alice Bailey dan lainnya  

Baca juga: New age gerakan spiritualisme baru

The Theosophical Society memiliki cabang di 50 negara di dunia termasuk di Indonesia dengan nama Persatuan Warga Theosofi Indonesia atau Perwathin.

Di Indonesia sendiri kaum theosofi ini memiliki peran penting dalam kemerdekaan sebagaimana yang diungkapkan oleh Iskandar P. Nugraha dalam bukunya Ttheosofi, Nasionalisme dan Elit Modern Indonesia.

Prof.David Reeve dari Universitas New South Wales dalam pengantar buku tersebut mengatakan “ ..dalam lingkaran orang-orang nasionalis, begitu banyak orang-orang yang memiliki hubungan dengan gerakan teosofi ”.

Lebih lanjut Prof. Reeve juga menyatakan, para aktivis teosofi yang merupakan elit nasional pada masa lalu adalah orang-orang yang juga banyak terlibat dalam perumusan naskah UUD 1945

Adapun kaitan antara theosofi dengan relativitas enstein bahwa pendiri theosofi Madam Blavatsky menulis sebuah buku yang diberi judul The Secret Doctrine yang menjelaskan tentang relativitas alam semesta dan mengilhami Enstein dalam memformulasikannya menjadi sebuah rumus teori relativitas

Secret Doctrine dan Teori Relativitas

Albert Einstein pada tahun 1905 mencetuskan teori relativitas dalam dunia fisika dan menjadi salah satu teori yang popular karena banyak yang terbukti dengan teori tersebut.

Hingga saat ini teori relativitas masih menempati posisi puncak dalam bidang fisika teoritis dan dianggap sebagai teori paling brilian dan paling akurat dalam mendeskripsikan dan menjelaskan tentang alam semesta.

Namun tidak banyak yang tahu dari mana Enstein mendapat ide untuk merumuskan sebuah rumus dan teori ajaib tersebut.

Richard Feymann seorang ahli fisika kenamaan, pada tahun 1975 pernah mengatakan pada majalah Time, sebagai berikut: “saya tidak dapat memahami, bagaimana caranya ia (Enstein) dapat sampai pada inspirasi yang akhirnya mengarah pada penemuan formula E=M.C2, mengingat perkembangan tingkat ilmu pengetahuan yang ada pada saat itu (di tahun 1905) ”

Yang banyak tidak diketahui orang bahwa Enstein mendapatkan ide untuk merumuskan  teori fenomenalnya tersebut dari buku the secret doctrine karya madame Blavatsky yang sekaligus pendiri theosophical society.

Inilah alasannya beberapa pengamat mengatakan bahwa Enstein sebagai penjiplak/plagiat

Keponakan Enstein melaporkan bahwa The Secret Doctrine selalu terlihat berada diatas meja kerja Enstein. Bahkan buku tersebut juga berada disisi tempat tidurnya saat Enstein meninggal.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Jack Brown sahabat Enstein yang seringkali mengunjungi Enstein di rumahnya.

Baca juga : Awal mula sains filsafat di Yunani

Pada tahun 1970, keponakan perempuan Enstein kemudian memberikan buku Secrete Doctrine milik Enstein yang penuh dengan coretan tangan Enstein itu kepada markas theosophical society di Pasadena, California dan sekarang buku itu tersimpan di perpustakaan Theosofi di Adyar, India

Beberapa kutipan dari Secret Doctrine (buku yang terbit tahun 1888) yang kemudian menginspirasi Enstein untuk menemukan teori relativitas pada tahun 1905 adalah sebagai berikut:

Secret Doctrine Volume I

  • Halaman 29 :
    “Semua yang ada hanyalah memiliki realitas yang relatif dan bukanlah absolute. Karena kelanjutan dari tampilan yang menyembunyikan noumena *bagi setiap pengamat sangat tergantung pada kekuatan kognisinya.

    Namun semua hal yang nyata secara relatif bagi sang pengamat juga merupakan sebuah refleksi dan oleh karena itu maka semua hal yang teramati menjadi nyata senyata dirinya sendiri”
  • Halaman 45:
    “Abstraksi metafisik adalah satu-satunya sebab yang memungkinkan sebuah proses konversi dari metafisik ke fisik yang dapat dianalogikan dengan uap yang dapat terkondensasi menjadi air dan air menjadi es”
  • Halaman 75:
    “Terdapat hanya satu elemen universal yang tidak mengenal batasan, yang tidak pernah terlahirkan, yang keseluruhannya tidak dapat mati, sebagaimana dalam dunia fenomena namun dengan variasi aspek-aspek yang terdiferensiasi dan transformasi-transformasinya ”
  • Halaman 83:
    “Brahman (alam semesta) mengembang dan menjadi semesta raya yang ditenun dari substansinya sendiri”
  • Halaman 120:
    “Kesatuan radikal dari esensi-esensi tertinggi dari setiap bagian konstituen senyawa alamiah merupakan salah satu kaedah dari hukum yang fundamental”
  • Halaman 143:
    ”Semua daya-daya alam sebagai tahapan materi yang variatif meskipun seringkali tidak dapat diindrakan atau dalam kondisi super sensuous
  • Halaman 146:
    “Ëlektrisitas, cahaya, panas dan lain-lain adalah energy. Kondisi supersensous dari materi cahaya adalah sebuah kondisi supersensous dari materi dalam gerakan, sebuah daya alami”
  • Halaman 147:
    ”Semua hal yang disebut sebagai daya-daya alam, elektrisitas, magnetism, cahaya dan panas sejatinya merupakan satu esensi dalam konstitusi tertingginya ”

Setiap penemuan dan ide berasal dari ketidaksengajaan seperti teori gravitasi Newton yang timbul idenya pada saat dia melihat buah apel jatuh dari pohonnya, demikian Enstein muncul ide teori relativitasnya ketika terinspirasi dari buku Secret Doctrine.

Catatan:

* Noumena adalah arti hakiki dari benda itu sendiri yang tidak dapat kita jelaskan dengan persepsi panca indera.

(sejarah agama manusia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here