Home General Durru Shehvar Putri Khalifah Islam Terakhir

Durru Shehvar Putri Khalifah Islam Terakhir

104
wanita cantik itu bernama Durru Shehvar

Mikamoney.com– Durru Shehvar lahir 26 Januari 1914 di Istanbul Turkey adalah seorang putri dari sultan Abdul Majid II dan pewaris tahta terakhir Kekhalifaan Ottoman Turki.

ia menikah dengan putra Nizam dari Hyderabad, Nawab Azam Jah di Nice, Prancis.

Pada bulan Maret 1924 setelah Turki menjadi Negara Republik, dan sistem kekhalifahan Islam dihapuskan dan keluarga khalifah diusir.

Abdul Majid dan keluarganya mengungsi ke Nice, sebuah kota pelabuhan Mediterania selatan Perancis.

British Red Cresent Society, yang bersahabat dengan khalifah  yang digulingkan itu meminta para penguasa Muslim di seluruh dunia untuk datang membantu sang Khalifah yang miskin tersebut.

Maulana Shaukath Ali, seorang pemimpin pergerakan khalifah muslim India dan saudaranya, Mir Osman Ali Khan memutuskan untuk mengirim bantuan pensiun bulanan seumur hidup sebesar 300 pound kepada sang Khalifah yang digulingkan berserta keluarganya.

Ketika Durru Shehvar, sudah dewasa, pesona dan kecantikannya banyak memikat orang. Ia dilamar oleh beberapa bangsawan Muslim termasuk Shah Persia dari Iran dan Raja Mesir.

Namun, ketika Shaukat Ali meminang Durru Shevar untuk putra tertua dari Nizam – salah satu orang terkaya di dunia-, Pangeran Azam Jah. Sang Khalifah sulit untuk menolaknya karena kebaikan dari Shaukat Ali atas dermanya selama ini

Tetapi itu tidak mudah bagi Nizam; Mehr (uang pengantin wanita) sebesar 50.000 pound yang diminta khalifah untuk putrinya “terlalu besar” bagi Nizam.

Sekali lagi, atas campur tangan Shaukath Ali, Khalifah mengusulkan untuk menawarkan Mehr tersebut bersama dengan putri saudaranya yang bernama Niloufer, untuk menikah dengan putra bungsu Nizam, Pangeran Mauzam Jah.

Nizam menyetujui dengan segera mengirim kedua putranya ke Prancis.

Foto: Niloufer

Pernikahan Putri Durru Shehvar dengan Pangeran Azam Jah, bersama dengan Pangeran Mauzam dan Niloufer terjadi di Nice, Perancis, pada tanggal 12 November 1931,

dalam upacara sederhana yang dihadiri anggota keluarga Sultan dan hadir beberapa bangsawan dan teman-teman dari Turki serta perwakilan dari Nizam – Sir Akbar Hydari dan Nawab Mehdi Yar Jung, yang kebetulan berada di Eropa pada saat itu untuk menghadiri Konferensi Meja Bundar.

Nama Durru Shehvar, menantu perempuan tertua dari Nizam di Hyderabad, Mir Osman Ali Khan, dikenang karena aksi sosialnya dan filantropis di Hyderabad.

Lahir di Turki, dibesarkan di Prancis tetapi menikah dengan putra orang terkaya di dunia, Nizam dari Hyderabad, Putri Durru Shehvar memilih untuk menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di London.

Pernikahannya dengan pangeran Azam Jah Bahadur, putra sulung dari Nizam ketujuh, Mir Osman Ali Khan, menghasilkan persatuan dua keluarga Muslim terkenal, Kekhalifahan Turki Osmani  dan Asaf Jahis dari Hyderabad.

Durru Shehvar, satu-satunya putri Abdul Majid II, Khalifah Turki lahir pada tahun 1914 dan dibesarkan dengan pendidikan modern, pelatihan seni bela diri dan dimaksudkan untuk menggantikan ayahnya.

Pernikahan Durru Shehvar dengan Pangeran Azam Jah dan Niloufer dengan Pangeran Mauzam, 12 November 1931 . Foto: thehindu

Aktif di kegiatan sosial, Durru Shehvar menyediakan perawatan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat umum, ia mendirikan rumah sakit umum dan anak-anak di Purani Haveli.

Sebuah Akademi Junior untuk anak perempuan di Yakutpura, Bagh-e-Jahanara, juga didirikan dengan dana yang dia keluarkan.

Dia meresmikan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Ajmal Khan Tibbiya Universitas Muslim Aligarh (AMU). Nizam menyebutnya Permata yang berharga (Nagina) dan terus mendukungnya untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial Hyderabad.

Durru Shehvar membawa kemodernan di Hyderabad. Dia meletakkan batu fondasi bangunan Bandara Begumpet pada tahun 1936.

Putra-putranya, Pangeran Mukarram Jah dan Pangeran Muffakam Jah, menerima pendidikan barat terbaik di Eropa dan menikah dengan wanita Turki, sesuai keinginannya.

Mukarram belajar di Eton, tempat perdana menteri pertama India, Jawaharlal Nehru sebelumnya belajar dan dia menjadi pewaris takhta Hyderabad serta menjabat sebagai Kehormatan De Camp (ADC) untuk Perdana Menteri Nehru!

Baca juga : Memunculkan inner beauty dalam diri anda

Durru Shehvar fasih berbahasa Prancis, Inggris, Turki dan Urdu dan bahkan menjadi penulis artikel di majalah Prancis. Dia percaya bahwa wanita harus mencari nafkah sendiri dan bekerja keras untuk menghapus praktik purdah.

Namun, ada jurang pemisah yang besar antara Putri dan Pangeran, Azam Jah dan pernikahan mereka berakhir dalam beberapa tahun kemudian.

Suatu ironi bahwa ketika dia dilahirkan, ayahnya menjadi Khalifah pemimpin seluruh Muslim di dunia; tetapi digulingkan dan diusir dalam pengasingan. Setelah menikah, negara bagian Hyderabad dihapuskan dan disatukan dengan India pada tahun 1948.

Ia mendapatkan ketenaran dan kekuasaan, juga permusuhan, pengusiran dan penderitaan, semua dijalaninya dengan tenang, dan memenangkan hati orang-orang di Hyderabad, tempat ia menghabiskan sebagian besar waktunya.

Dimasa tuanya, Putri Durru Shehvar, setelah pindah secara permanen ke London, sering mengunjungi kota Hyderabad. Kunjungan terakhirnya ke kota itu pada tahun 2004, dua tahun sebelum dia meninggal di London pada usia 92, 5 Pebruari 2006.

Dengan meninggalnya sang putri khalifah mengakhiri  bab mulia dari Hyderabad.

2 COMMENTS

  1. She was remainded me about Rose of England…Lady Diana
    ..Cantik, cerdas, rasa sosial yang tinggi dan kandas di pernikahan

    • ya, dia cantik punya pesona seperti onassis dan lady diana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here