Empat Jalan Menuju Kebenaran

  • Share
empat jalan menuju kebenaran

Empat Jalan Menuju Kebenaran. Terdapat empat jalan yang ditempuh manusia untuk mencapai kebenaran, yaitu: Pengetahuan, Ilmu, Filsafat, dan Agama.

Pengetahuan adalah kebenaran sebatas apa yang dapat dijangkau oleh Indra, seperti air membasahi, api membakar, hujan adalah air yang turun dari atas (angkasa), barang yang berat manakala dilepas dari ketinggian akan jatuh, orang yang berjauhan akan bisa mendengar ucapan kita manakala kita berteriak, dan seterusnya.

Manakala Pengetahuan (Indra) tidak lagi dapat menjangkau maka diperlukanlah tangan (riset) untuk melakukan pendalaman terhadap rahasia apa di balik segala apa yang dapat ditangkap dengan Indra, seperti kenapa sih air kok bisa turun dari angkasa (hujan)…?, bagaimana caranya agar barang pengangkut yang tentu saja berat bisa terbang (pesawat), bagaimana manusia bisa komunikasi jarak jauh (telpon, internet, dan sebagainya).

Manakala dengan tangan (riset) manusia tidak lagi mampu menjangkaunya maka diperlukanlah melakukan perenungan-perenungan (budi) seperti keberadaan alam semesta, apakah hakekat dari ujud yang ada di depan kita betulkah yang disebut hijau adalah hijau, bukankah orang yang buta warna bisa menangkapnya lain?…, dan seterusnya.

Dan selain dari itu dalam realitasnya sejak masa yang tidak terhingga di manapun manusia tinggal (mengatasi ruang dan waktu) manusia tidak pernah lepas dari keyakinan-keyakinan terhadap ‘kausa prima’…, yaitu Tuhan…, maka itulah muncullah konsep-konsep keTuhanan…, di sinilah manusia mencapai pada titik apa yang disebut kebenaran Agama…

Di atas telah saya utarakan hal empat jalan yang ditempuh manusia utk mencapai kebenaran, yaitu Pengetahuan, Ilmu atau biasa disebut juga Ilmu Pengetahuan, Filsafat dan Agama.

Terkait dengan agama, kita mengenal kategori Agama Langit (din assamawi) dan Agama Bumi (din al ardhi). Adapun dalam hal agama bumi dikaitkan dengan filsafat, artinya tatkala dihadapkan pada problema bagaimana alam semesta ini terjadi?, dengan sendirinyakah atau ada sang kausa prima…?.

Dalam hal tersebut Filsafat ada yang menjawab dengan sendirinya dan ada pula yang menjawab ada kausa prima.

Baca juga: Awal mula sains dan filsafat di Yunani

Jawaban pertama memunculkan atheisme, sedang yang kedua memunculkan theisme, disamping itu ada pula jawaban non theis.

Theisme itulah yang memunculkan paham-paham keTuhanan, seperti Hindu, Budha, Zoroaster, Khonghucu, tentu termasuk agama-agama ‘Nusantara’ seperti Jawa, Kaharingan, dan lain-lain. Ini yang kemudian dipahami sebagai agama bumi.

Berdasar tempat lahirnya agama bisa kita paham seperti agama Jepang, Tiongkok, Timur Tengah, dan lain-lain, termasuk agama ‘Nusantara’.

Disebut agama bumi oleh sebab dipahami bahwa datangnya (bersumber) dari renungan-renungan filsafat. Adapun disisi lain ada yang disebut agama langit yang dipahaminya bahwa sumbernya berasal dari Wahyu, maka itu agama langit ini disebut juga sebagai agama Wahyu.

Adapun yang patut dipahami bahwa kategori agama langit dan bumi tersebut hakekatnya adalah Klaim datangnya (sumber), tidak dimaknakan sebagai klaim kebenaran. Empat jalan menuju kebenaran.

(A. Fuad Usfa, Perth WA, 15 November 2014)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *