Home Startup Cara Presentasi Pitching ke Investor

Cara Presentasi Pitching ke Investor

148
0
presentasi pitching startup ke investor

Mikamoney.com– Pada saat startup ingin mengembangkan bisnis atau ekspansi, mencari investor merupakan salah satu cara untuk mendapatkan dana segar. Investor maupun venture capital tentunya ingin mengetahui startup kalian seperti apa, oleh karena itu presentasi pitching kepada mereka perlu dilakukan

Pitching adalah presentasi singkat yang kalian sampaikan kehadapan para calon investor. Waktu presentasi pitching berbeda-beda, yang cukup singkat hanya diperlukan waktu 5 menit bahkan ada pula yang hanya diberikan waktu 3 menit

Pitching yang agak panjang diberikan waktu sekitar 20-30 menit. Dengan waktu yang begitu singkat, tentu kalian akan berpikir apa saja materi yang akan disampaikan di depan para investor.

Strategi Komunikasi    

Pitching adalah salah satu bentuk komunikasi berupa mempresentasikan ide/konsep/materi startup yang kalian miliki. Oleh karena itu, kalian perlu strategi komunikasi dan elemen pembentuknya

Terdapat tiga elemen dalam strategi komunikasi yang disebut AIM, yaitu:

  • Audience
  • Intent
  • Message

Audience adalah peserta dalam presentasi kalian dalam hal ini adalah investor atau venture capital. Oleh karena itu, kalian harus bisa membaca apa yang mereka harapkan dari pitching kalian? apa interest mereka dan yang membuat mereka tertarik? Apakah audience seorang diri atau dalam sebuah group? Apakah mereka pengambil keputusan?

Intent (maksud), maksud dan sasaran dari pitching yang kalian lakukan. Misalnya pitching kalian bertujuan agar para investor mengerti tentang pencapaian startup kalian atau bertujuan bahwa startup kalian tumbuh dengan bagus dan membutuhkan dana tambahan untuk melanjutkan pertumbuhan. Pitching tidak hanya dimaksudkan untuk mencari dana saja tetapi bisa pula digunakan untuk mencari partner strategis

Message, kalian perlu membuat struktur pesan yang rapi agar pesan kalian tersampaikan dengan jelas dan runut. Presentasi bisa kalian bagi menjadi tiga bagian yaitu:

  • opening (pembukaan): gain attention, set tone, give agenda
  • body atau isi presentasi: expand point, provide proof, give examples
  • kesimpulan: review ideas, stress benefits, call to action

Pada bagian opening, kalian harus dapatkan atensi dari audience. Untuk menarik atensi dari para audience kalian bisa menceritakan sebuah fakta yang mengejutkan sehingga audience langsung tertegun dan menyimak apa yang kalian sampaikan.

Baca juga  Harga Realme 8 Pro dan Spesifikasinya yang Perlu Diketahui

Set tone, penekanan pada gaya bicara kapan kalian perlu agak tinggi, datar dan pelan. Pada bagian pembukaan ini, sampaikan juga agenda presentasi kalian

Baca juga: Sumber pendanaan startup yang bisa digunakan

Pada bagian Body, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam presentasi kalian, yaitu: jabarkan point-point tentang ide startup secara detail, sampaikan bukti-bukti pendukung apa yang telah dicapai oleh kalian selama ini misalnya trafik situs yang mencapai ribuan pengunjung, role model dan peluang dari startup kalian

Bagian kesimpulan, sampaikan ulang secara singkat tentang ide bisnis startup kalian dan tekankan pada benefit yang kalian tawarkan dan akhirnya kalian juga dorong audience untuk bertindak untuk kalian. Misalnya, jika kalian butuh dana maka sampaikan bahwa kalian butuh dana sekian untuk sekian saham perusahaan kalian

Formula Pitching

Chriss Lipp dalam bukunya The Startup Pitch, menyebutkan terdapat empat formula pitching, yaitu:

  • Problem
  • Solution
  • Market
  • Business

Problem, formula pertama yang merupakan komponen kunci dari pitching adalah permasalahan yang hendak diselesaikan oleh startup. Kalian definisikan problem kedalam tiga bagian, yaitu: deskripsi masalah (description), rasa sakit yang dialami dari masalah (pains), dan tren masalah tersebut kedepannya (trends)

Solution, formula kedua berisi solusi dari startup kalian terhadap problem pada formula pertama. Solusi ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu Unique Selling Point (USP), demo dan benefit. USP adalah keunikan dari solusi startup yang kalian tawarkan yang membuat startup kalian berbeda dengan startup lainnya. Langkah selanjutnya adalah siapkan demo dari startup kalian, apabila startup berbasis aplikasi mobile maka pastikan aplikasinya berjalan dengan baik dan bisa didemokan di depan audience. Terakhir adalah sampaikan benefit dari solusi yang kalian tawarkan

Baca juga  3 Cara Mengembangkan Potensi Diri Dalam Konsep Psikologi Pengembangan Diri

Market, kalian sampaikan tentang pasar yang kalian bidik. Yaitu sampaikan siapa target pasar kalian, seberapa besar pasar ini, dan apa keunggulan pasar yang kalian miliki

Business, aspek bisnis terdiri atas strategi go-to-market, model pendapatan dan milestones. Strategi go-to-market adalah strategi kalian untuk memasuki pasar, model pendapatan apa yang kalian punya (apakah berasal dari transaksi, fee keanggotaan, iklan atau lainnya, dll) dan berapa besar porsinya? Dan terakhir adalah milestones yang telah kalian lalui dan tahapan-tahapan startup kalian berikutnya     

Membuat Outline Power Point

Guy Kawasaki mantan karyawan Apple, guru entrepreneur dan penulis banyak buku tentang startup dan entrepreneurship memberikan 11 outline power point yang mudah diikuti, sebagai berikut:

  1. Slide Pertama : berisi identitas kalian dan identitas startup
  2. Slide kedua: satu kalimat deskripsi ‘wow’ tentang startup yang kalian jalankan sehingga semua audience paham tanpa perlu bertanya lagi tentang apa startup kalian dan siapa pelanggan kalian setelah 30 detik deskripsi ini
  3. Slide ketiga: jelaskan pain yang kalian selesaikan atau peluang yang kalian eksploitasi
  4. Slide keempat: keunggulan yang kalian miliki, apa yang membuat kalian special? dan apa yang membuat kalian menang? Bisa berupa teknologi, paten, ataupun lainnya
  5. Slide kelima: demo, jangan terlalu lama demo sehingga tidak menghabiskan waktu presentasi kalian
  6. Slide keenam: sales dan marketing, bagaimana kalian memperkenalkan produk startup kalian? Dan bagaimana meraih pasar yang lebih luas? Teknik atau strategi pemasaran apa yang kalian lakukan?
  7. Slide ketujuh: persaingan, bagaimana persaingan dari startup kalian dan bagaimana celah maupun cara memenangkan persaingan yang terjadi
  8. Slide kedelapan: model bisnis, sampaikan bagaimana startup kalian menghasilkan uang, jangan sampaikan cara baru yang belum teruji
  9. Slide kesembilan: perkiraan masa depan startup kalian, visi kalian dalam 5 tahun kedepan
  10. Slide kesepuluh: Tim, sebutkan tim kunci startup kalian 3 atau 4 orang. Jika punya pengalaman kerja di perusahaan mapan dan bisa mendukung kalian, bisa ditampilkan
  11. Slide kesebelas: status & milestones, di posisi atau tahapan mana startup kalian sekarang? Kapan pendapatan startup pertama berhasil kalian dapatkan? Apakah 2 – 3 milestone terbesar kedepan yang kalian ingin capai?
Baca juga  Strategi Pemasaran Startup Berdasarkan Tahapannya

Sebagai penutup, ketika kalian menyampaikan presentasi maka yang paling banyak diperhatikan oleh audience adalah visual (55%), kemudian vocal (38%), dan verbal (7%). Silahkan bikin presentasi pitching startup kalian mulai dari sekarang walaupun belum punya rencana untuk presentasi didepan investor, lakukan perbaikan seiring waktu berjalan sehingga suatu saat kalian ada jadwal persentasi di depan investor maka bahan telah dipersiapkan.

Previous articleAnalisis Cost Volume Profit dalam Manajemen Keuangan Startup
Next articleXiaomi Car Gadgets, Aksesoris perlengkapan Mobil dari Xiaomi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here