Home Business Bisnis Multi Level Marketing, Penjelasan Lengkap dan Cara Kerjanya

Bisnis Multi Level Marketing, Penjelasan Lengkap dan Cara Kerjanya

143
0
bisnis multi level marketing

Mikamoney.com Saat ini, industri bisnis terus berkembang sehingga muncul berbagai usaha baru yang menarik perhatian khalayak. Apalagi di tengah-tengah perkembangan teknologi yang kian pesat. Membuat keduanya saling membahu dalam memunculkan bisnis baru dengan sendirinya, seperti bisnis multi level marketing atau MLM.

Berbisnis MLM sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun sampai saat ini masih terus saja menarik perhatian masyarakat. 

Bisnis Multi Level Marketing sering dikenal dengan istilah MLM. Sebenarnya banyak orang yang mempunyai pandangan negatif terlebih dahulu jika mendengar kata MLM. Padahal jika sudah memilih MLM terpercaya selama beberapa tahun, maka akan mendapatkan bisnis yang tepat dengan keuntungan maksimal. 

Selain itu, citra MLM yang buruk terkadang tercipta dari para pelaku tidak bertanggung jawab. Pasalnya memakai narasi berbohong di berbagai macam media. 

Oleh sebab itu, masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan MLM. Padahal hingga detik ini MLM terus berkembang, bahkan sudah ada sekitar awal dekade 2000 an. MLM tetap hidup sampai sekarang meskipun terdapat sentimen negatif. 

Pengertian Bisnis Multi Level Marketing

MLM merupakan jenis usaha pemasaran yang penuh dengan pro kontra. Karena banyak anggapan negatif yang bermunculan untuk jenis usaha yang satu ini. 

Bisnis Multi Level Marketing merupakan strategi yang dipakai beberapa perusahaan direct sales. Strateginya, perusahaan akan mendorong distributor yang ada untuk merekrut distributor baru. Kemudian distributor akan mendapat untung berdasarkan persentase penjualan mereka dan penjualan distributor yang telah mereka rekrut. 

Distributor baru yang mereka rekrut disebut downline. Jadi, semakin banyak downline maka akan memberikan keuntungan besar. Kebanyakan, perusahaan yang menerapkan strategi ini tidak mempunyai toko fisik. 

Para pembeli produk dan jasa harus menghubungi distributor yang telah terikat dengan perusahaan itu. Dalam praktiknya, MLM biasanya mempunyai ratusan hingga ribuan distributor yang tersebar di seluruh dunia. 

Akan tetapi, tidak semua distributor yang berhasil meraup keuntungan seperti yang telah dijanjikan. Sehingga hal inilah yang membuat orang ragu untuk menjalani bisnis MLM.

Cara Kerja MLM

Prinsip kerja dalam bisnis harus ada sebagai aturan tersendiri untuk mendapat keuntungan besar. Sebenarnya, prinsip kerja sangat mudah memahaminya. Namun membutuhkan usaha besar untuk melakukannya. 

Bisnis Multi Level Marketing kebanyakan menjual produk-produk seperti obat-obatan dan kecantikan. Produk itu akan ditawarkan pada orang-orang yang berada di sekitar tenaga penjual. Jadi, usaha ini identik dengan pemasaran dari mulut ke mulut, sehingga lebih meyakinkan penjualan. 

Baca juga  Ciptakan Produk dan Jasa (Seri 1: Produk dan Jasa)

Istilah yang sering digunakan dalam bisnis MLM adalah upline dan downline. Up line merupakan sebutan tenaga penjual yang mempunyai bawahan atau disebut downline. 

Dalam bisnis MLM, harus banyak pengetahuan tentang cara mengajak orang sebanyak mungkin supaya dapat untung yang lebih besar. Keuntungan dari penjualan akan dibagi dengan sistem piramida. 

Seseorang yang mengikuti bisnis Multi Level Marketing terlebih dahulu akan direkrut distributor yang telah berkecimpung dalam bisnis tersebut. Lalu pada umumnya distributor atau pihak perusahaan akan mengadakan sebuah acara. Distributor baru akan diminta menikmati produk perusahaan. 

Jika ada ketertarikan,maka akan diajak bergabung rapat dan mendapat penjelasan tentang produk, skema, bisnis dan proses MLM. Selanjutnya perusahaan akan meyakinkan untuk bergabung dengan bisnis mereka. Jika mendapat persetujuan, maka Anda diminta untuk menandatangani kontrak kemudian membeli inventaris.

Inventaris yang dimaksud pada umumnya perusahaan akan meminta untuk membeli sebagian produk. Namun untuk setiap perusahaan bisa saja berbeda. 

Pembelian tersebut merupakan biaya awal saat mulai bergabung. Setelah itu, Anda bisa memulai menjalani bisnis Multi Level Marketing.

Pertimbangan Sebelum Menjalani MLM

Bisnis MLM dapat menimbulkan keuntungan maupun kerugian bagi para pelakunya. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan jika benar-benar ingin menjalaninya. 

Bergabung dengan bisnis MLM berarti Anda akan menjalani profesi sebagai seorang sales. Jadi, kegiatan yang perlu Anda lakukan adalah menjual produk.

Kemudian meyakinkan orang lain untuk bergabung, ikut menjual produk dan berinvestasi. Pastikan jika produk yang Anda jual banyak yang menyukainya. Persaingan harga yang ketat dengan distributor lain harus menjadi bahan pertimbangan saat menjual produk.

Supaya tujuan penghasilan besar, maka perlu kerja keras. Karena banyak pelaku bisnis Multi Level Marketing yang justru mengalami kerugian. 

MLM merupakan salah satu strategi bisnis yang penuh risiko. Anda akan mempunyai banyak pengeluaran, meskipun pada awalnya hanya membutuhkan biaya pendaftaran yang terkesan rendah. 

Jadi, perlu banyak pelatihan, promosi, pembelian produk hingga gathering yang kemungkinan akan memakan dana tidak sedikit. Selain itu, Anda akan memerlukan banyak waktu untuk melakukan promosi bisnis. Jika gagal, maka usaha selama mengikuti multi level marketing akan sia-sia. 

Langkah berikutnya adalah melakukan identifikasi target pasar. Lalu fokuskan upaya pemasaran pada pelanggan yang potensial. Dengan hal tersebut, Anda akan meraih kesuksesan yang lebih besar dan efisien. 

Meskipun penghasilan yang Anda peroleh dari MLM belum mencapai target, namun terus fokus untuk membangun bisnis dan merekrut anggota baru. Tawarkan produk dan lakukan pendekatan, supaya lebih mudah menarik anggota baru sebagai rekan bisnis. 

Baca juga  4 Cara Mengembangkan Bakat untuk Menghadapi Masa Depan

Cara seperti membagikan sampel produk dapat mengajak orang yang Anda kenal ikut mempromosikan produk. Selain itu, Anda bisa melakukan promosi melalui media sosial atau website milik pribadi.

Jenis-jenis MLM

Terdapat beberapa jenis bisnis Multi Level Marketing. Pertama adalah sistem binary plan, sistem ini lebih mementingkan pengembangan jaringan pada dua leg saja. Bonus yang diperoleh akan semakin besar apabila jaringan itu dapat lebih seimbang. 

Namun, sebaliknya jika tidak terdapat keseimbangan maka bonus akan mengalir deras ke distributor atau perusahaan. Sistem ini biasanya lebih banyak diterapkan pada perusahaan di Indonesia. 

Perusahaan yang menerapkan sistem binary plan kebanyakan relatif lebih cepat berkembang. Kemudian mitranya juga akan memperoleh bonus yang lebih besar pula. 

Para mitra perusahaan akan menerapkan bisnis Multi Level Marketing supaya lebih mudah mendapatkan bonus. Lalu menerapkan aturan memberikan uang sebagai bonus dari hasil perekrutan mitra yang telah diajak. 

Pada umumnya, jenis seperti ini akan memberikan keuntungan yang besar di tahap awal saja. Hal tersebut sebagai bentuk pemikat. Selain itu, sebagai pembuktian jika menjalankan bisnis ini sangat mudah. 

Namun pada kenyataannya, sistem seperti ini lebih menguntungkan mereka yang telah bergabung di tahap awal. 

Sistem kedua adalah Matrix. Sistem ini mengembangkan jaringan dengan memakai konsep tiga frontline saja. Begitu pula sampai ke bawahnya. 

Jenis MLM ini timbul sebagai upaya menyiasati sistem MLM binary, karena banyak menganggapnya sebagai money game. 

Sistem yang terakhir adalah Breakaway, mengembangkan jaringan dengan mengutamakan kelebaran. Artinya, bonus yang diterima oleh mitra semakin besar. Dengan catatan, frontline semakin banyak.

Sistem ini memungkinkan seorang downline melebihi upline. Pada awalnya, bonus akan diperoleh mitra. Kemudian terus meningkat jika telah berada di atasnya. 

Kebanyakan perusahaan yang menerapkan sistem Breakaway akan memberikan iming-iming bonus perekrutan. Karena bonus seorang member awal, karirnya sangat kecil. 

Perbedaan MLM dengan Bisnis Biasa

Bisnis Multi Level Marketing mempunyai perbedaan dengan bisnis biasa atau konvensional. Pertama dari segi armada penjualan. 

Sistem MLM menggunakan tenaga pemasaran berupa para distributor sendiri. Distributor akan menjadi bos, lalu mempekerjakan sendiri. 

Sementara untuk bisnis biasa atau konvensional, untuk barang harus melewati pihak produsen. Kemudian distributor, pedagang eceran baru sampai kepada konsumen. 

Lalu pada hal pembagian keuntungan, sistem MLM akan mendapatkan imbalan dari perbandingan langsung atas usaha yang dilakukan. Sementara bisnis konvensional akan mendapat untung dari pihak pemilik, direktur serta distributor. Dengan margin yang kecil, para pengecer akan turut mendapat keuntungan. 

Seluruh penjualan produk Multi Level Marketing akan dilakukan secara langsung. Lalu untuk bisnis biasa, pihak pembeli baru akan mendapat produk berdasarkan keinginan jika berbelanja di toko tertentu. 

Baca juga  Manfaat yang akan Anda Rasakan dari Jenis-jenis Rasio Keuangan

Kelemahan MLM

Akan tetapi dibalik kelebihan bisnis MLM pasti ada sisi kekurangannya. Adapun kekurangan tersebut setiap member multi level marketing bukanlah seorang pengusaha. Namun, umumnya para pengikut yang ada pada suatu sistem hirarki yang rumit. Mereka hanya mempunyai keahlian kendali yang cenderung tidak banyak. 

Jadi, sistem yang sedang berlaku akan mengendalikan mereka. Sehingga para member tidak akan bisa bebas.

MLM akan mempunyai efek negatif pada sektor riil. Seluruh kegiatan pada sektor riil akan terganggu jika banyak orang yang tergiur dengan bisnis Multi Level Marketing. 

Perputaran uang yang ada pada MLM hanya berada pada ruang lingkup perusahaan itu saja. Dengan demikian dapat dipastikan akan mengurangi produktivitas masyarakat untuk bekerja lebih keras.

Bisnis MLM membuat banyak orang tidak ingin berusaha memutar modal. Terutama dalam kegiatan bisnis di sektor riil. Padahal butuh modal yang besar untuk usaha dalam sektor riil. 

Selanjutnya uang pra member yang berputar pada bisnis Multi Level Marketing tidak akan mendapat jaminan dari pemerintah dalam hal keamanannya. Untuk itu, uang milik member kemungkinan tidak dapat dikembalikan. 

Kelebihan MLM

Seperti bisnis pada umumnya, ada beberapa poin yang dapat menjadi nilai tambah untuk bisnis MLM. Kelebihan bisnis Multi Level Marketing adalah mendapatkan pasif income yang menjanjikan sebagai tambahan gaji setiap bulan.

MLM akan melatih tiap member untuk mengasah keahlian dalam komunikasi dengan downline. Sehingga, akan membentuk jiwa personal selling yang tangguh.  Lebih hebatnya lagi, bisnis ini akan memperluas relasi bisnis. 

Jika mengambil dari asal katanya, multi mempunyai arti banyak, level berarti tingkatan dan marketing adalah pemasaran. Jadi, multi level marketing merupakan sistem pemasaran yang mempunyai banyak jenjang. 

Supaya mendapat bonus yang banyak, maka para mitra perusahaan menerapkan sistem MLM. Kemudian menerapkannya dalam aturan untuk memberikan uang sebagai bonus.

Tugas yang perlu dilakukan adalah menjual produk dan mulai mencari mitra bisnis baru sebanyak-banyaknya. Dengan tujuan untuk bergabung sebagai member. Sehingga akan mampu membentuk jaringan yang luas. 

Akan tetapi strategi marketing akan membutuhkan sistem pembukuan keuangan yang baik dan rapi. Namun tidak perlu khawatir, karena sekarang banyak terdapat cara untuk mengatur biaya produk, kontrol stok barang bahkan memantau laporan keuangan. 

Bisnis Multi Level Marketing sudah banyak digeluti dan menjadi salah satu bentuk pemasaran terbaik. MLM merupakan salah satu sistem pemasaran yang menggunakan pelanggan sebagai jaringan distribusi. 

Previous articleBerbagai Manfaat Madu Jamkorat di Apotik Kimia Farma
Next articleAneka Pilihan Herbal Tradisional untuk Asma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here