Home News Bawean Diaspora Global Networking

Bawean Diaspora Global Networking

126
0
Bawean Diaspora

Mikamoney.com– Bawean Diaspora Global Networking. Migrasi dan merantau merupakan dua kata yang memiliki kaitan erat dalam perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain

dengan barbagai macam faktor yang melatarbelakanginya, dari migrasi dan merantau tersebut muncul diaspora.

Dalam kajian ilmu sosial kata “diaspora” digunakan untuk merujuk pada kelompok atau etnis yang tinggal jauh dari kampung halaman.

Atau dalam bahasa keseharian sering disebut “perantau”. Tujuan perantau setidaknya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak baik secara ekonomi dan sosial.

Diaspora tidak hanya terjadi karena sebab “keinginan” saja, namun bisa jadi karena faktor kultural dan konflik sosial lainnya, seperti konflik dan perang.

Diaspora muncul karena diawali oleh kegiatan merantau, mungkin banyak diantara kita yang mengenal suku Bugis dan Minang sebagai perantau ulung.

Lalu bagaimana dengan perantau Bawean? Dalam Ananta, dkk (2015) dan Badan Pusat Statistika (2020), Bawean dimasukkan kedalam komunitas tersendiri yang terbentuk dari pembauran berbagai macam etnis yang mendiami pulau kecil di laut Jawa sejak ratusan tahun lalu.

Dalam klasifikasi, suku Bawean berada di peringkat 92 dari 145 suku bangsa di Indonesia dan termasuk suku bangsa minoritas

Arus migrasi telah berlangsung lama sebelum Indonesia merdeka, ini dibuktikan oleh volkstelling atau data sensus penduduk pada tahun 1930.

Secara proporsi, etnis Minangkabau pada tahun 1930 merupakan satu dari lima suku bangsa perantau utama di Indonesia.

Dari total 1,9 juta orang Minang kala itu, 11 persen di antaranya adalah perantau.

Namun secara persentase antara total jumlah penduduknya dengan yang merantau orang Minang masih lebih kecil dibandingkan dengan suku bangsa lainnya seperti Bawean (35,9 persen), Batak (15,3 persen), dan Banjar (14,2 persen).

Diaspora juga terjadi pada masyarakat Bawean. Bahkan sudah berlangsung cukup lama.

Berbagai negara menjadi “tujuan antara” dan bahkan bagi sebagian masyarakat Bawean, daerah (baca: negeri tujuan) kemudian menjadi akhir perjalanan (menetap dan menjadi warga negara di mana mereka tinggal).

Negara-negara tujuan diaspora orang-orang Bawean antara lain misalkan, Arab Saudi, Singapura, Malaysia, Australia bahkan Eropa.

Walaupun mereka berdiaspora ke berbagai penjuru dunia, hidup dan tinggal lama, umumnya orang-orang Bawean tidak lupa dari mana mereka berasal.

Mereka juga tetap berpegang teguh pada nilai dan identitasnya sebagai orang Bawean yang kuat secara religi dan bagaimana mereka memegang adab “di mana bumi di pijak, di situ langit dijunjung”.

Nilai dan identitas “kebaweanannya” ini terus diajarkan pada generasi berikutnya. Seperti yang banyak terjadi pada kelompok perantau di negara jiran Malaysia dan Singapura.

Nilai dan identitas yang kuat inilah yang tetap mendorong  kaum perantau Bawean ingin “pulang kampung” walau sekedar untuk melepas kangen atau mengajarkan asal-usul “tanah nenek-moyang” nya kepada generasi berikutnya.

Tidak sedikit juga bagi pekerja migran misalkan, yang tidak tinggal permanen hampir setiap periode mereka pulang kampung. Membawa hasil dari negeri tujuan selama masa perantauan.

Melihat perkembangan zaman kekinian dan semakin luas diaspora masyarakat Bawean diberbagai penjuru dunia.

Semakin banyak pula ragam profesi yang ditekuninya maka dibentuklah forum silaturahmi untuk diaspora Bawean dalam wadah Bawean Diaspora Networking Global,

Sebuah medium/ruang yang akan digunakan untuk memperkuat tali silaturrahmi baik antar kaum diaspora maupun dengan masyarakat Bawean secara umum di mana pun berada.

Dengan ruang ini diharapkan juga kaum diaspora Bawean terus “mengingat” tanah leluhur, tetap memiliki sense (rasa) yang kuat untuk bersama-sama memajukan Bawean hari ini dan di masa yang akan datang.

Bawean Diaspora Networking Global, tidak untuk menjadi sebuah lembaga formal dengan aturan baru.

Namun sebagai “ruang” yang berdiri dengan nilai dan identitas masyarakat Bawean dengan segenap Adab, Adat, Norma dan Nilai-nilai kehidupan yang dibawa hingga detik ini bersama mimpi masa depannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here