Home Woman & Wedding Aku Tak Bahagia dan Aku Harus Bahagia

Aku Tak Bahagia dan Aku Harus Bahagia

273
0
bahagian dan kebahagiaan tergantung dari persepsi dan cara kita memandangnya

Mikamoney.com Aku Tak Bahagia dan Aku Harus Bahagia. Ada sebuah cerita bagus tentang dua orang biarawan yang berjalan dari sebuah desa menuju desa lainnya; dalam perjalanan itu bertemulah mereka dengan seorang anak gadis yang sedang duduk menangis di tepi sungai.

Maka salah seorang dari biarawan itu menghampiri gadis itu dan berkata,

“Adik, mengapa Anda menangis?”

Si gadispun berkata: “Anda melihat rumah di seberang sungai? Pagi-pagi tadi aku sampai kesini dan tak punya kesulitan untuk menyeberang, tetapi sekarang air sungai telah pasang, dan aku tak dapat kembali. Tak ada perahu”.

“Oh, kata si biarawan, “Itu masalah gampang”, maka diangkatnya si gadis itu dan dibawanya menyeberangi sungai, dan diletakkannya di seberang. Lalu kedua biarawan itupun meneruskan perjalanannya lagi bersama-sama.

Beberapa jam kemudian, biarawan lainnya berkata “Saudara, kita telah bersumpah untuk menjauhkan diri dari orang perempuan. Tetapi yang telah Anda lakukan tadi suatu dosa besar. Apakah Anda tidak menikmati, mengalami sensasi besar pada waktu Anda menyentuh seorang perempuan?”

dan biarawan satunya lagi menjawab: “Aku telah meninggalkannya dua jam yang lalu. Anda masih menggendongnya terus sampai sekarang, bukankah begitu?”

Itulah yang kita perbuat. Kita bawa terus beban-beban kita; kita tak pernah mati terhadapnya, kita tak pernah meninggalkannya.

Hanya pada waktu kita memberikan perhatian sepenuhnya pada sebuah masalah dan
memecahkannya seketika – tak pernah membawanya ke hari berikutnya, menit berikutnya –
maka kesunyian itu ada.

Maka sekalipun kita hidup dalam rumah yang penuh sesak atau berada dalam bis, kita berada dalam kesunyian.Dan kesunyian itu menunjukkan batin yang segar, batin yang murni.

Seluruh maksud tujuan meditasi di Timur ialah untuk menimbulkan keadaan batin semacam itu – artinya, mengontrol pikiran, yang sama artinya dengan terus mengulang-ulang sebuah do’a untuk membuat batin menjadi tenang dan dalam keadaan demikian berharap dapat memahami masalah-masalah yang ada.

Baca juga  Baper Saat Di Tanya Kapan Nikah ?

Namun bila orang tidak mulai dari dasar, yaitu hidup bebas dari ketakutan, hidup bebas dari kesengsaraan, dari kekuatiran dan dari semua jebakan yang telah dipasang orang untuk dirinya sendiri, maka aku tak melihat kemungkinan bagi batin untuk menjadi sungguh-sungguh tenang.

Tuntutan keinginan dilahirkan oleh dualitas: “Aku tak bahagia dan aku harus bahagia”. Di dalam tuntutan aku harus bahagia itu sendiri terdapatlah ketidakbahagiaan.

Previous articleSupernatural Ada Pada Semua Orang
Next articleCinta Dibalik Rahasia dan Kekuatannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here